KATA MEREKA: Belanja Kartu Kredit Rp1 Miliar Wajib Lapor Pajak, Baik untuk Orang Kaya

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan bakal menerapkan kewajiban pelaporan data kartu kredit nasabah berlaku untuk tagihan belanja minimal Rp1 miliar per tahun.

Hal tersebut dilakukan supaya masyarakat tidak semuanya khawatir transaksinya terbongkar.
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, pada dasarnya saat masa pertukaran informasi perpajakan otomatis atau Automatic Exchange of Information (AEoI) di mulai, semua informasi terkait perpajakan bakal dibukan. Namun sebelum hal tersebut terlaksana, pemerintah masih memberikan kelonggaran.

 Kewajiban pelaporan data kartu kredit nasabah oleh perbankan yang akan berlaku untuk tagihan belanja minimal Rp1 miliar per tahun, sejalan dengan keluarnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 228/PMK.03/2017 tentang Rincian Jenis Data dan Informasi serta Tata Cara Penyampaian Data dan Informasi yang Berkaitan Dengan Perpajakan.

Lalu bagaimana tanggapan masyarakat mengenai aturan wajib lapor pajak jika belanja kartu kredit Rp1 miliar per tahun ini?

  1. Rizky (26) Pegawai Swasta

Menurut saya apa yang dilakukan pemerintah ini sudah tepat. Bukan karena saya tidak mempunya kartu kredit, tapi ini memang baik jika diwajibkan. Karena bisa jadi orang yang punya uang banyak tidak bayar pajak.

Kan banyak tuh orang yang bisanya pakai kartu kredit sebesar itu ternyata lupa bayar pajak pribadinya. Jadi menurut saya cara ini bagus dan tepat karena bisa sebagai pengingat kita juga.

  1. Ningsih (26) Pegawai Swasta

Sebetulnya saya tidak punya kartu kredit sih. Tapi kalau seperti yang dibilang dan diberitakan agar ini meningkatkan kepatuhan pajak maka saya rasa bagus aturannya. Jadi saya setuju dengan kebijakan itu, masak sudah belanja Rp1 miliar enggak bayar pajak, malu dong sama yang enggak punya kartu kredit dan uang sedikit tapi patuh.

Harusnya kalau bisa enggak usah Rp1 miliar, lebih rendah aja juga. Misalnya Rp700 juta gitu. Karena kalau enggak orang kayak enggak akan mampu. Jadi saya rasa itu lebih mudah liat kepatuhan orang.

  1. Galih (26) Pegawai Swasta

Kebetulan saya pengguna kartu kredit tapi tidak sampai Rp1 miliar per tahun juga sih. Jadi kalau menurut saya, sih enggak berpengaruh aturan itu terhadap saya.

Cuma di sisi lain saya melihat ada etiket baik dari pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan pajak. Jadi saya menghormati aturan yang sudah ditetapkan pemerintah ini.

  1. Alinda Ayu Pengesti (24) Pegawai Swasta

Saya bukan pengguna kartu kredit dan juga bukan orang yang bisa belanja Rp1 miliar per tahun. Tapi melihat tujuan dari aturan ini saya setuju. Ya karena bagus sih, jadi orang kaya yang doyan belanja itu harus penuhi kewajiban pajak dulu kan. Daripada duitnya buat belanja yang mubazir.

  1. Meike Intan Harahap (24) Pegawai Swasta

Menurut saya, ya bagus lah aturan ini dibuat pemerintah. Jadi orang-orang yang kekayaannya berlebih bisa bayar pajak. Dengan begitu kan menambah pemasukan negara juga. Selain itu kan dia juga jadi bisa berhemat enggak belanja-belanja mubazir.

Tapi saya berharap jangan sampai kebijakan itu juga merata ke semua pengguna kartu kredit.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: