Industri Ban Keluhkan Aturan Impor Baru

JAKARTA. Industri ban dalam negeri resah. Para produsen ban lokal mengkhawatirkan pelonggaran aturan tata niaga impor yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 6 tahun 2018 tentang ketentuan impor ban.

Aziz Pane, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI), menjelaskan, aturan baru tersebut merugikan industri ban dalam negeri. Kini, ketentuan pengecekan dari Kementerian Perindustrian dihapusdan izin impor hanya langsung lewat Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemdag).

Atas pelonggaran aturan ini, iklim investasi di Indonesia dinilai menjadi tidak pasti. “Ini menjadikan iklim investasi buruk. Karena investasi yang masuk hanya berhentidi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Peraturan di Indonesia cepat sekali berubah,” keluh Aziz kepada KONTAN, Minggu (11/2).

Pasca terbitnya aturan ini, APBI memperkirakan, penjualan ban domestik akan semakin terpuruk. Padahal bila berkaca tahun lalu, penjualan ban untuk kendaraan roda empat sudah merosot sekitar 5% dan sepeda motor merosot antara 8%-10%.

Kekecewaan atas terbitnya Permendag baru tersebut juga disampaika Uthan A. Sadikin, Direktur Pemasaran PT Multistarada Arah Sarana Tbk. Uthan mengatakan, aturan ini muncul akibat lobi kuat importir ban ke pemerintah.

Aturan baru ban membuat industri dalam negeri khawatir serbuan produk impor.

Alhasl kebijakan ini akan kontra produktif bagi industri ban dalam negeri. “Kami memutuskan berhenti ekspansi pabrik ban truk dan bis. Karena lebih baik jadi pedagang importir ketimbang memproduksi dalam negeri,” kata Uthan kepada KONTAN. Minggu (11/2).

Padahal, tren penjualan ban yang ditorehkan oleh emiten berkode saham MASA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini sedang kencang-kencangnya. Meski tidak merinci, tahun lalu penjualan ban truck bus radial (TBR) mencatatkan pertumbuhan hingga 200%. “Ini jelas merugikan pabrikan dalam negeri,” jelas Uthan.

Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono menjamin, aturan ini tidak akan mengganggu industri ban lokal. Aturan disesuaikan dengan suplai dan kebutuhan ban di dalam negeri.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: