Penjualan Onderdil Tahun Ini Masih Loyo

Kondisi industri otomotif berpengaruh ke bisnis onderdil.

JAKARTA. Lesunya pasar otomotif dalam negeri masih akan berimbas pada bisnis onderdil. Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) memproyeksi, tahun ini penjualan onderdil otomotif tidak akan melonjak terlalu signifikan.

Hamdani Dzulkarnaen Salim, Ketua Umum GIAMM mengatakan, penjualan onderdil berkorelasi langsung dengan kondisi bisnis otomotif. “Tahun ini kenaikan (penjualan onderdil) belum tampak signifikan,” kata Hamdani kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Hamdani memandang, tren penjualan onderdil segmen kendaraan sepeda motor memiliki peluang lebih baik ketimbang mobil di tahun ini. Namun secara umum, pertumbuhan penjualan onderdil otomotif tahun ini tidak jauh berbeda dengan target penjualan industri otomotif, yakni kurang dari 5%.

Indikator utama bisnis penjualan onderdil ini akan seiring dengan pasar kendaraan. “Kami related sama pasar original equipment manufacturer (OEM) dua tiga tahun lalu,” sebut Hamdani.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Indomobil Sales Motor Tbk (IMAS) Jusak Kertowidjojo menilai, bisnis suku cadang tergantung populasi kendaraan yang ada. “Semakin murah mobil tentu semakin murah suku cadang,” kata Jusak.

Menggenjot ekspor

Selain pasar domestik, peluang lain dalam memasarkan produk onderdil adalah melalui ekspor. Namun, besaran ekspor onderdil tersebut sangat bergantung dengan strategi yang diterapkan oleh masing-masing perusahaan.

Hamdani yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mengatakan, perusahaannya optimistis tahun ini ekspornya bakal meningkat dibandingkan tahun lalu. “Kalau tahun 2017 lalu porsi ekspor sekitar 7% dari pendapatan, tahun ini kemungkinan jadi 8%,” tutur Hamdani.

Tahun lalu, AUTO mulai memperjelas pangsa ekspornya yakni ke Eropa dan Afrika. Tapi penjualan onderdil tujuan ekspor tidak mudah, karena harus bersaing dengan Korea, China, dan India.

Prospek positif sektor bisnis onderdil masih tergambar dari kinerja AUTO. Mengutip laporan keuangan AUTO sampai kuartal III 2017, nilai ekspor onderdil tercatat mencapai Rp 889 miliar. Jumlah tersebut berkontribusi sebanyak 8,9% dari total pendapatan AUTO yang mencapai Rp 9,97 triliun.

Melihat pasar onderdil yang kurang memuaskan, AUTO belum berencana menambah kapasitas produksi. Model kendaraan baru juga belum banyak yang muncul tahun ini, hal tersebut juga mempengaruhi keputusan kami untuk menambah produksi atau tidak,” kata Hamdani.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: