Fadel Galang Petisi Tolak Impor Beras Dan Jagung

Fadel Galang Petisi Tolak Impor Beras Dan Jagung

Kebijakan pemerintah melakukan impor beras dan jagung di saat bersamaan ditentang anggota Komisi XI DPR RI Fadel Muhammad.

Menurutnya, kebijakan itu patut diduga bermotif mencari komisi. Sebab, kenyataannya petani sudah swasembada beras bahkan telah ekspor jagung ke sejumlah negara.

“‎Saya jelas tidak setuju impor beras dan jagung. Makanya besok (Rabu, 14/2) dalam acara pelepasan ekspor jagung nanti kami akan tanda tangan (petisi) penolakan impor beras dan jagung,” jelasnya di kantor perwakilan Provinsi Gorontalo di Jakarta, Selasa (13/2).

Menurut Fadel, penolakan impor beras maupun jagung karena jelas memukul petani dalam negeri.

“Karena impor itu akan memukul psikologis para petani kita. Mereka sudah kerja keras tapi karena impor masuk pendapatan petani berkurang, makanya kami tidak setuju,” paparnya.

Dia menjelaskan, seharusnya pemerintah mendukung produksi pangan dalam negeri.‎ Dengan kerja keras dan sinergi pemerintah bersama petani, nyatanya dua tahun ini Indonesia terbebas dari impor. Wajar jika Fadel menaruh curiga ada motif tertentu di balik kebijakan impor beras dan jagung.

“Buktinya dua tahun ini kan kita bisa. Gorontalo ini juga sudah ekspor jagung. Masak Gorontalo ekspor jagung sementara di pusat impor, kurang ajar ini,” bebernya.

Politis Partai Golkar itu pun mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mampu mendongkrak produksi pangan nasional. Sejumlah kebutuhan yang dulunya harus ditopang melalui impor kini tiada dan bahkan sudah melakukan ekspor.

‎”Makanya saya dukung Amran karena beliau juga rajin ke lapangan. Saya juga dengar dari awal beliau juga keukeuh menolak impor, jadi dugaan saya permainan komisi ini,” tegas Fadel yang juga mantan gubernur Gorontalo.
Sementara itu, Direktur Utama Food Station Jaya Arief Prasetyo menambahkan, pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang berangsur-angsur mulai baik. Bahkan, pada Senin (12/2), pasokan dari sentra-sentra produksi tembus 5.000 ton dari yang biasanya hanya tiga ribuan ton.

“Kemarin masuk 5.000 ton pasokan harian. Posisi sekarang stok di PIBC 24 ribu ton. Jadi sudah mulai berangsur-angsur naik sehingga dalam waktu dua tiga minggu ke depan akan naik 25 ribu hingga 30 ribu ton,” jelasnya.

Masuknya beras di Cipinang karena daerah-daerah seperti Demak, Pati, dan sentra beras lain di Jawa Tengah sudah mampu memenuhi pasokannya sendiri.

“Setelah daerah mereka penuh baru rembes ke Jakarta,” demikian Arief.

Sumber : rmol.co

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: