Selain UU Kepabeanan, UU Cukai Juga Masuk Radar Revisi

Selain revisi UU Kepabeanan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga tengah membahas secara intens mengenai perubahan UU Cukai.

Informasinya, pembahasan UU tersebut sudah mencapai tahap penyusunan naskah akademik. Ihwal pembahasan UU Cukai sebenarnya sempat disinggung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi dalam pembahasan RUU Pertembakauan di DPR, beberapa pekan lalu.

Saat mengutarakan mengenai sikap pemerintah terkait RUU tersebut, Heru mengatakan di internal otoritas kepabeanan saat ini tengah intens membahas revisi UU Cukai.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menjelaskan perlunya sebuah cetak biru yang jelas mengenai perubahan dua regulasi tersebut. Pasalnya, tanpa arah yang jelas, prosesnya dikhawatirkan tak bisa optimal.

“Saya rasa demikian, kalau tak ada cetak biru yang jelas, saya khawatir ke depan enggakbisa kenceng larinya,” katanya, Selasa (13/2/2018).

Meski belum menemukan isu besar dalam revisi UU Kepabeanan, tutur Prastowo, tapi dia menilai perubahannya harus diarahkan ke penyesuaian dengan perkembangan peraturan dan kebijakan perdagangan. Misalnya, e-commerce yang rumusannya mesti dibuat lebih jelas.

“Termasuk kerja sama dan koordinasi kelembagaan perlu diatur untuk kepabeanan,” imbuhnya.

Di sisi lain, kebutuhan untuk merevisi UU Cukai dipandang sangat mendesak. Proses ekstensifikasi cukai misalnya, selama ini terkendala formulasi di UU yang kurang leluasa karena harus meminta persetujuan Badan Anggaran DPR.

Perubahan itu juga termasuk penegasan tentang kriteria cukai sehingga tidak menimbulkan perselisihan saat akan melakukan perluasan objek.

“Misalnya, penataan pembagian yang jelas dalam ranah PPnBM dan cukai,” papar Prastowo.

Seperti diketahui, tahun lalu Ditjen Bea Cukai berhasil melampaui ekspektasi kinerja. Penerimaan cukai selama 2014-2017 rata-rata menunjukkan pertumbuhan, kecuali pada 2016 yang turun 0,78% secara tahunan. Sementara itu, pada 2014 angkanya naik 8,85%, pada 2015 meningkat 22%, dan tahun lalu tumbuh 6,82%.

Sumber : bisnis.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: