Temui Jokowi, Sri Mulyani Bahas Jurus RI Genjot Investasi

Temui Jokowi, Sri Mulyani Bahas Jurus RI Genjot Investasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selesai menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta. Sri Mulyani melaporkan cara pemerintah dalam mendorong investasi kepada Jokowi.

Sri Mulyani tiba di Komplek Istana sekitar pukul 13.32 WIB dan keluar pada pukul 14.51 WIB. Pertemuan yang kurang lebih 90 menit ini berlangsung di Istana Negara.

“Tadi dengan bapak presiden kita berdiskusi mengenai berbagai hal mengenai hal-hal yang perlu kita lakukan untuk mendorong investasi lebih banyak lagi,” kata Sri Mulyani di Komplek Istana, Jakarta, Senin (19/2/2018).

Dalam pertemuan itu, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan memanfaatkan instrumen APBN termasuk perpajakan sebagai insentif agar investasi ke Indonesia semakin banyak.

Dia mencontohkan, pemberian insentif fiskal bisa diberikan kepada investor yang melakukan kegiatan di sektor prioritas, dalam rangka memperluas usaha atau ekspansi bisnis, dalam rangka perintisan, hingga melakukan pelatihan tenaga kerja.

“Jadi seperti yang pernah saya sampaikan kita sedang memformulasikan bagaimana menggunakan instrumen APBN termasuk perpajakan di dalam rangka mendorong berbagai kegiatan, karena ini adalah yang sering disampaikan oleh menteri tenaga kerja, menteri industri,” tambah dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebutkan pembahasan mengenai formulasi pendorong investasi akan dibahas dalam sidang kabinet paripurna oleh Presiden Jokowi bersama para pejabat kabinet kerja.

Dalam sidang kabinet paripurna juga akan mengevaluasi mengenai insentif pajak seperti tax allowance dan tax holiday yang kurang diminati oleh para investor.

“Jadi saya sedang melihat seluruh skema itu, bapak presiden sedang berencana membuat sidang kabinet, presentasi apa-apa instrumen yang bisa dipergunakan, dengan demikian kita bisa melihat cost strukturnya, atau struktur pembiayaan atau risiko dari pihak investor terutama di dalam negeri untuk bisa memahami apa yang disebut risiko yang dihadapi versus return yang mereka akan dapatkan, nanti kita akan lihat bagaimana kita menggunakan pajak, atau insentif lainnya di dalam APBN yang bisa meng-composite risiko itu,” tutup dia.

Sumber : detik.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: