Himbara Dukung Pelaporan Data Nasabah ke Ditjen Pajak

Ditjen Pajak. [Istimewa]

Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) mendukung implementasi Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan. Himbara pun mengimbau nasabah agar tidak perlu khawatir atas pelaporan data nasabah ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, karena kerahasian data dijamin oleh UU.

Ketentuan pendaftaran dan pelaporan data nasabah itu juga diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-04/PJ/2018 tentang Tata Cara Pendaftaran bagi Lembaga Keuangan dan Penyampaian Laporan Informasi Keuangan. Tidak semua data nasabah dilaporkan ke DJP. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 73/PMK.03/2017, hanya data nasabah yang memiliki saldo paling sedikit Rp 1 miliar yang wajib dilaporkan.

Dalam aturan sebelumnya, batas saldo yang wajib dilaporkan oleh lembaga keuangan paling sedikit Rp 200 juta. Laporan data nasabah sedikitnya mencakup informasi berupa identitas pemegang rekening, nomor rekening, identitas lembaga keuangan pelapor, saldo rekening, dan penghasilan terkait dengan rekening keuangan.

Ketua Himbara Maryono mengatakan, data yang disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ditjen Pajak tersebut sebenarnya hanya untuk melihat apakah nasabah-nasabah bank atau lembaga keuangan sudah patuh membayar pajak atau belum.

“Jadi kalau sudah patuh (membayar pajak) tidak masalah, apalagi ada jaminan dari undang-undang bahwa data yang disampaikan ini dijamin kerahasiannya, jadi bukan berarti data tersebut bisa digunakan untuk kepentingan lain atau diluar perpajakan,” kata Maryono usai menjadi pembicara pada acara Hot Economy di Berita Satu TV, Jakarta, Senin (19/2) malam.

Menurut Maryono, nasabah tidak perlu khawatir datanya bocor. Pasalnya, perbankan sudah terbiasa didalam menjaga kerahasian data nasabah, jauh sebelum adanya peraturan tersebut melalui UU Perbankan. Terlebih lagi, penyerahan data tersebut dilakukan by system.

“Kami selama ini menjaga kerahasian bank dan masyarakat percaya, apalagi penyerahan data tersebut ke Ditjen Pajak juga by system, sudah dijamin undang-undang kerahasiannya,” tambah Maryono.

Dia pun mengaku tidak khawatir jika peraturan tersebut akan berpengaruh pada penurunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan. Pasalnya, menurut dia, rekening di atas Rp 1 miliar yang diwajibkan lapor hanya sebanyak 520 ribu atau 0,22% dari total rekening industri berbankan. “Pertumbuhan DPK industri perbankan hingga akhir tahun masih cukup tinggi, jadi Himbara yakin aturan tersebut tidak akan mempengaruhi pertumbuhan DPK perbankan,” kata Maryono.

Dipahami

Meski demikian, kata dia, perlu dilakukan sosialisasi agar lebih bisa dipahami nasabah sebagaimana yang pernah dilakukan sebelum pemberlakukan amnesti pajak, namun dengan konsep yang berbeda.

“Program sosialisasi itu sangat penting, perlu ada suatu forum untuk sosialisasi sehingga masyarakat betul-betul yakin ini adalah program yang sangat memberikan suatu manfaat yang lebih besar lagi kedepannya terutama di dalam kepatuhan untuk pembayaran pajak,” kata Maryono.

Pada kesempatan itu, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama menegaskan, pihaknya menjamin kerahasiaan data nasabah.

“Data ini hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pajak, bukan untuk yang lain-lain dan tidak akan bocor,” tegas dia.

Hestu juga memastikan penggunaan data nasabah untuk kepentingan perpajakan itu, akan mengikuti standar global. Selain itu, tidak bisa sembarang individu yang bisa mengakses informasi tersebut.

“Semuanya mengikuti standar dan sudah teruji aman. Data itu akan ada di ruangan antipeluru, analoginya seperti itu. CPU yang ada di kantor pajak pusat juga saling terhubung dan termonitor, sehingga bisa dilihat siapa yang mau ambil,” jelas dia.

Sumber : beritasatu.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: