Pemerintah Terapkan Cukai Plastik pada Juli 2018

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) segera mengenakan cukai untuk plastik kresek. Penerapan cukai itu rencananya mulai berlaku Juli 2018.

“Berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dan pihak terkait ini akan kita kenakan cukai. Yang sudah jelas adalah gimana kita mengendalikan sampah plastik,” ucap Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu, Heru Pambudi ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Namun, pihaknya tidak menjelaskan lebih detail terkait besaran cukai yang nantinya diterapkan. Yang jelas, penerapan cukai plastik kresek akan dibedakan antara yang bisa didaur ulang dan yang tidak.

Pihak Kemenkeu sendiri menargetkan cukai dari plastik kresek akan menghasilkan Rp500 miliar di tahun ini.

Selain plastik kresek, pihaknya juga terus menggulirkan rencana penerapan cukai untuk minuman berpemanis. Pasalnya, minuman berpemanis memberikan dampak negatif bagi masyarakat karena menyebabkan diabetes dan obesitas.

“Bagaimana kita mengurangi obesitas. Memang ada obatnya, tapi langkah baiknya kita mengurangi konsumsi dari gula salah satunya minuman pemanis,” ujarnya.

Kini, pengenaan biaya cukai untuk minuman berpemanis masih dalam pembahasan antara DJBC, Kementerian Perindustrian, dan Asosiasi Produsen Minuman. Selain berdiskusi dengan kedua instansi tersebut, persoalan pengenaan biaya cukai minuman berpemanis akan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sehingga mendapat kepastian kapan biaya cukai itu diberlakukan.

“Mesti bicara dengan Kemenperin, asosiasi produsen minuman, kita harus bicara terus harus ada keseimbangan antara kedua belah pihak. Dan ini masih reses di DPR,” katanya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, pengenaan cukai harus memenuhi sifat dan karakteristik, seperti untuk membatasi konsumsi dari barang tersebut, mengawasi penyaluran dari barang yang bersangkutan, atau barang konsumsi tersebut bisa merusak lingkungan hidup.

Di Indonesia sendiri, pemberlakuan cukai tersebut cuma diterapkan untuk tiga kategori barang saja, yaitu hasil tembakau (terutama rokok), etil alkohol, dan minuman yang mengandung etil alkohol. Sementara, negara-negara lain di dunia telah berhasil mengenakan cukai atas komoditas yang lebih beragam.

Sumber : inews.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: