Risiko Jangka Pendek Kenaikan Restitusi Pajak

Kenaikan kinerja ekspor Indonesia tahun 2018 akan mendorong peningkatan restitusi pajak

JAKARTA. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mencatat realisasi penerimaan pajak pada satu bulan pertama tahun ini sebesar Rp 78,94 triliun, tumbuh 11,17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini merupakan angka pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2015.

Kemkeu mencatat, pertumbuhan penerimaan pajak pada Januari 2017 hanya 6,7%. Lalu pertumbuhan pada periode sama tahun 2016 minus 4,43% dan tahun 2015, minus 12,41%. Pertumbuhan penerimimaan pajak dua digit pada Januari 2018 memberikan optimisme mencapai target penerimaan pajak tahun 2018 yang sebesar Rp 1.424 triliun.

Meski membawa angin segar bagi penerimaan pajak keseluruhan tahun, namun pertumbuhan tersebut belum memberi jaminan kinerja pajak 2018 mencapai target. Apalagi Ditjen Pajak masih mengkhawatirkan risiko pelemahan penerimaan pajak dalam jangka pendek.

Risiko pelemahan penerimaan pajak jangka pendek, khususnya bisa terjadi pada penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dalam laporan pencapaian APBN Januari 2018, Kemkeu menyatakan, risiko tersebut berupa restitusi bagi pelaku ekspor.

Risiko itu terjadi seiring dengan tingginya pertumbuhan nilai ekspor pada triwulan IV tahun 2017 yang mencapai 13,4% secara year on year (YOY). Pertumbuhan ekspor tahun 2017 merupakan pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2015.

Karena kalau tumbuh 11,17%, belum cukup untuk mengejar 24% growth.

Dengan pertumbuhan itu nilai restitusi pajak tahun 2017 diperkirakan akan mencapai lebih dari Rp 100 triliun. Jumlah itu naik dari tahun 2016 yang hanya Rp 95 triliun.

Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak, Yon Arsal menyatakan, kenaikan ekspor memang berimplikasi pada pertumbuhan restitusi pajak. Untuk itu Ditjen Pajak akan meminimalisir efek tersebut.

“Sepanjang ekspor tumbuh konsisten, risiko (penurunan pajak karena restitusi) kemungkinan tidak terealisasi. Kita lihat dan pantau trennya pada triwulan I dan semester I tahun ini,” jelas Yon kepada KONTAN, Sabut (24/2)

Belum representatif

Walau ada risiko penurunan pajak akibat restitusi ekspor, namun Ditjen Pajak memastikan, saat aktivitas ekspor dan impor meningkat, penerimaan pajak dari sektor lain juga bakal terpacu. Contohnya pada impor bahan baku dan bahan penolong industri.

Peningkatan dua bahan baku yang dibutuhkan industri itu akan meningkatkan setoran PPN Impor, PPh Pasal 22 Impor, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 21. Pajak dari sisi pajak korporasi akan bertambah besar.

“Pajak akan bisa mengumpulkan lebih baik. Datanya sudah kelihatan pada Januari 2018. Pertumbuhan penerimaan di Ditjen Pajak cukup baik, mulai dari pajak orang pribadi, pajak badan, pajak PPh 22 yang dari impor maupun PPnBM impor,” jelas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara.

Menurut Suahasil, kinerja tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan perekonomian yang akan mempengaruhi penerimaan pajak pada tahun ini. “Pertumbuhan ekonomi yang meningkat berarti ada transaksi ekonomi. Investasi meningkat, ekspor dan impor meningkat,” terang Suahasil.

Direktur Eksekutif Center of Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai, realisasi penerimaan pajak satu bulan pertama belum representatif untuk menakar kinerja pajak pada tahun ini. Menurutnya, penerimaan pajak perlu dilihat dalam tiga bulan ke depan apakah trennya positif dan tumbuh. “Karena kalau tumbuh 11,17%, belum cukup untuk mengejar 24% growth,” jelas Yustinus.

Apalagi, menurut Yustinus, pencapaian PPN dan PPnBm terlihat landai pada Januari 2018, sebesar 9,41%. Padahal, secara tahunan pada 2017 bisa tumbuh 13%. Untuk itu Ditjen Pajak harus kerja keras merealisasikan seluruh target.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: