Aksi buka tutup gerai mewarnai bisnis ponsel

JAKARTA. Sepanjang tahun 2017 lalu menjadi tahun terburuk bagi sektor ritel. Pemandangan tutup gerai ritel mewarnai sejumlah pusat perdagangan dan perbelanjaan di ibukota. Salah satunya gerai ponsel.

Bagi vendor ponsel banyaknya gerai ritel yang tutup malah mendorong ekspansi dengan membangun store resmi yang dikelola sendiri. Sebut saja Oppo, Samsung, Vivo dan Apple. Manajer Public Relations Oppo Indonesia Aryo Meidianto mengatakan, gerai resmi untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan. “Dengan store resmi Oppo, konsumen lebih yakin dan percaya dengan produk kami,” ucap Aryo saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (25/2).

Saat ini, Oppo Indonesia telah memiliki 206 gerai resmi yang tersebar di seluruh Indonesia. Gerai terakhir yang tercatat baru saja diresmikan di Malang, Jawa Timur, sebagai gerai terbesar Oppo.

Aryo menambahkan, tidak ada perbedaan signifikan untuk penjualan di gerai resmi Oppo maupun di ritel ponsel lainnya. Hanya saja, presepsi dan kepercayaan masyarakat yang cenderung lebih tinggi untuk membeli produk di toko resmi milik vendor ponsel. Sayang, ia belum bisa menyebut jumlah gerai resmi Oppo yang akan dibuka tahun ini.

Menambah jumlah gerai menjadi strategi bisnis perusahaan ritel dan distributor produk elektronik, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Tahun ini, ERAA berencana menambah 250 gerai anyar, lima kali lipat dari penambahan gerai ponsel tahun lalu.

Pada 2017, ERAA telah memiliki 747 outlet. “Kami berencana membuka gerai baru di tahun 2018, khususnya di kota-kota lapis dua dan tiga,” ujar Djatmiko Wardoyo, Direktur Marketing dan Komunikasi ERAA saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (25/2).

Sebaliknya, PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) berencana menutup gerai yang dinilai tidak memberikan kontribusi positif . Saat ini, TRIO memiliki 231 gerai . Direktur Independen Trikomsel Mely Chandra belum dapat menyebutkan jumlah gerai yang akanditutup tahun 2018.

Tahun ini, TRIO juga berencana mencari portofolio baru. “Strategi lain, memaksimalkan penjualan melalui pemberian nilai tambah, seperti asuransi ponsel,” tukas Mely.

Setali tiga uang, PT Global Teleshop Tbk (GLOB) masih mengevaluasi gerai-gerai yang tidak menguntungkan. GLOB masih mencatatkan kerugian sejak 2015 lalu, akibat beban sewa gerai membengkak.

GLOB memiliki 56 gerai Tahun lalu, Global Teleshop memiliki 70 gerai, tapi 14 gerai diantaranya harus ditutup. Djoko Harijanto, Direktur Utama Global Teleshop belum dapat menyebutkan jumlah gerai yang akan ditutup tahun 2018. “Kami evaluasi beberapa toko yang tak menguntungkan,” ucap Djoko.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: