Saling Tuding Lonjakan Impor Gandum

JAKARTA. Polemik data impor gandum yang simpang siur di Tanah Air terus bergulir. Untuk mengatasi perbedaan data itu, Kementerian Perdagangan (Kemdag) berjanji untuk memelototi kembali kode Harmonized System (HS) yang digunakan dalam importasi gandum.

Langkah itu dilakukan karena penggunaan kode HS yang berbeda dinilai menjadi akar masalah. Perbedaan tersebut membuat pencatatan impor gandum, antara yang dipakai untuk bahan baku makanan berupa terigu, dengan yang dipakai untuk bahan baku pakan ternak tercampur.

Karena itulah, Direktur Eksekutif Aptindo Ratna Sari Loppies mengusulkan agar izin impor gandum hanya diberikan kepada importir produsen (IP) penggilingan terigu saja. “Sementara untuk impor gandum pakan ternak bisa diberikan dengan izin khusus,” ujar Ratna Sari Loppies kepada KONTAN, Minggu (25/2).

Ratna berharap usulannya bisa membuat perbedaan data terkait impor gandum terselesaikan. Sebab menurut  pengamatan Aptindo, penggunaan HS impor gandum membuat seakan-akan impor gandum Aptindo pada tahun 2017 lalu melonjak tinggi.

Ratna mengklaim, kebutuhan gandum Aptindo hanya 7,98 ton. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan total impor gandum tahun 2017 yang tercatat sebesar 10,2 juta ton. Itu artinya, menurut Ratna, ada 2,3 juta ton gamdum impor untuk pakan ternak.

Kenaikan impor gandum untuk pakan ternak terjadi seiring ditutupnya keran impor jagung oleh Kementerian Pertanian di 2017. Lonjakan impor gandum membuat Aptindo mengaku tidak enak. Apalagi impor gandum untuk bahan makanan hanya naik rata-rata 5%-6% per tahun.

Aptindo mengusulkan agar impor gandum untuk pakan diberikan izin khusus.

Namun menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Desianto Budi Utomo, impor gandum pakan ternak tahun lalu hanya 200.000 ton. “Impor gandum untuk pakan itu kecil tahun lalu,” ujarnya.

Jumlah itu mengacu pada permohonan izin impor Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) pada tahun ini kepada Kemdag.

Apalagi gandum yang diimpor untuk pakan ternak berbeda dengan gandum yang di impor untuk bahan baku tepung terigu. Gandum juga memiliki kode HS berbeda.

Sebelumnya Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemdag Oke Nurwan juga mengatakan, impor gandum untuk pakan ternak di 2017 naik dibandingkan 2016. “Impor gandum itu tidak dibatasi, jadi industri pakan bisa mengimpor seperlunya,” ujarnya.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: