Ferry Salim Curhat Masalah Pelaporan SPT Pajak

[Bintang] Ferry Salim

Menjadi seorang publik figur kerap dihadapkan pada persoalan kepatuhan pelaporan pajak. Hal ini diungkap salah satu aktor senior, Ferry Salim maupun artis yang sekaligus pemain film, Sigi Wimala.

Menurut dia, sebenarnya banyak artis yang ingin taat dalam melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh). Namun, hal tersebut sering terkendala pada lambatnya rumah produksi tempat artis bekerja dalam memberikan bukti potong pajak.

Ferry menyatakan, agar bisa melaporkan SPT Pajak dengan batas waktu hingga akhir Maret, dirinya harus menagih bukti potong pajak kepada rumah produksinya dari awal Januari.

“Bukti potong ini agak sulit. Bukannya sulit. Misalnya SPT perorangan saya harus lapor Maret, saya sudah minta (ke rumah produksi) akhir Januari. Itu ngejar bisa sampai sebulan untuk mendapat bukti potong,” ujar dia di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Ferry Salim mengungkapkan, sebenarnya tidak semua rumah produksi sulit untuk ditagih bukti potong pajak. Ada juga rumah produksi yang kooperatif dalam memberikan bukti potong pajak kepada artisnya.

“Ada yang sangat kooperatif, ada yang kooperatif, ada yang enggak. Kita harus rajin, mana nih,” ungkap dia.

Sementara itu, salah satu artis lain, Sigi Wimala menyatakan, kendala lain yang dihadapi para pekerja di bidang seni yaitu soal penghasilan yang tidak tetap. Selain itu, selama ini juga banyak yang berstatus sebagai pekerja lepas atau freelance.

“Aku juga bingung bagaimana pembayarannya, apalagi sekarang orang mulai freelance, enggak cuma artis, fotografer, grafik desainer sekarang banyak banyak kerja sendiri, bagaimana menghitungnya (pajak). Kadang kerjaannya enggak tentu itu bagaimana isi SPT-nya,” paparnya.

Oleh sebab itu, lanjut Sigi, hal ini menjadi tantangan bagi para petugas pajak bisa menyentuh para pekerja seni dan pekerja lepas ini. Menurut dia, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak harus rutin melakukan sosialisasi dan memberikan kemudahan dalam rangka memenuhi kewajiban pelaporan SPT.

“Menurut aku itu hal-hal yang harus disosialisasikan. Sekarang kan lebih ke anak muda, sekarang dunia beda banget, orang kerja di sosmed (sosial media), digital konten apalah, usaha yang muncul tapi enggak kategorikan secara perpajakan, saya masuk di (kategori) mana sih,” tandas Sigi Wimala.

Sumber : liputan6.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: