Inspeksi Beras Impor, Mendag Temui Gudang yang Hampir Kosong di Indramayu

https: img.okeinfo.net content 2018 02 28 320 1865776 inspeksi-beras-impor-mendag-temui-gudang-yang-hampir-kosong-di-indramayu-PJtr8yFGuy.jpg

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan pemantauan seluruh gudang beras milik Perum Bulog dari Jakarta sampai Cirebon. Pemantuan dilakukan seiring dengan beras impor yang sudah masuk ke Indonesia.

Setelah melihat beras impor di Gudang Bulog Divre DKI Jakarta, Enggar bersama Direktur Utama Perum Bulog dan rombongan Kementerian Perdagangan meninjau Gudang Bulog Singakerta II, Kabupaten Indramayu, Gudang Bulog Tuk, Kota Cirebon dan Gudang Bulog Ciperna, Kabupaten Cirebon.

Selain memastikan beras impor tersimpan rapih di seluruh Gudang Bulog, Enggar pun mengecek harga bahan pokok di Pasar Baru Kabupaten Indramayu, Pasar Celangcang, Kabupaten Cirebon dan Pasar Pagi Kota Cirebon.

Di akhir peninjauannya, Enggar mengatakan hal pertama selama kunjungan yang wajib dilihat adalah ketersedian beras Bulog untuk Operasi Pasar dan bagaimana perkembangan harga di pasarnya.

“Ada beras bulog, tapi belum semua pedagang seperti di Pasar Pagi (Kota Cirebon) jual beras Bulog. Jadi Pak Dirut dengan Divre dan mitra pasar harus sediakan beras medium di bawah HET, tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan beras terjangkau,” ujarnya, Rabu (28/2/2018).

Kemudian dari peninjaunnya, Enggar juga mau memastikan ketersedian stok beras di seluruh Gudang Bulog ada. Dari hasilnya, memang ada gudang yang hampir kosong, karena panen raya di Indramayu baru terjadi Maret-April.

Meski kosong, dia memastikan, Indramayu tidak membutuhkan beras impor, karena kota ini menjadi salah satu sentra beras nasional. “Jadi Kita tunggu panen, tapi kalau diperlukan untuk OP, Pak Djaor siap kirimkan darimana pun. Kalau dilihat sepanjang jalan menarik ada harapan padi sudah hijau menuju panen,” tuturnya.

Enggar berharap cuaca di Cirebon dan Indramayu mendukung selama panen raya. Sebab, sebelumnya terjadi banjir di Cirebon bagian Timur yang mengakibatkan sejumlah sawah terendam. “Cuaca di Cirebon sedikit banyak ada dampaknya. Tapi kita harap segera membaik,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Enggar memastikan saat ini Indonesia tengah panen raya. Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kekurangan beras.

Saat ini, beras yang sudah di impor sebanyak 261.000 ton, peruntukannya digunakan sebagai tamabahan cadangan beras Bulog. Penguatan stok beras diperlukan, karena cadangan beras digunakan saat terjadi kekurangan.

“Impor jangan dipertentangkan dengan petani, karena itu untuk memperkuat stok, tetapi petani tidak dirugikan. Jadi Bulog tetap serap gabah dan padi sesuai ketentuan,” ujarnya.

Kunjungan tersebut, dilakukan dalam rangka megecek beras impor, setelah Kementerian Perdagangan (Kemendag)menerbitkan izin importasi beras sebanyak 500.000 ton yang diberikan kepada Perum Bulog. Namun, beras impor yang akan digunakan untuk menstabilkan harga, hanya bisa didatangkan sebanyak 281.000 ton hingga akhir Febuari 2018.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, impor beras sudah disampaikan kepada Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan. Namun, dari penugasan sebanyak 500.000 ton, Bulog hanya bisa memasukan kurang lebih 281.000 ton.

Ada beberapa penyebab kenapa beras tidak bisa di impor sebanyak 500.000 ton. Pasalnya, dalam waktu sangat pendek, negara ekspor beras ke Indonesia kesulitan mengumpulkan beras beras.

Selain itu, para eksportir juga butuh waktu untuk mengemas beras yang sudah dikolekting dan disimpan dalam curah. Setelah itu, eksportir beras ke Indonesia harus mencari kapal yang cukup untuk mengirimkan beras tersebut.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: