Rakor Beras, Akankah Izin Impor Diperpanjang?

https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 28 320 1865801 rakor-beras-akankah-izin-impor-diperpanjang-RB3JfKbWK3.jpg

Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi (Rakor) mengenai beras. Salah satu yang akan dibahas adalah apakah ada kelanjutan perpanjangan izin impor beras.

Asal tahu saja, dalam Rakor beras sebelumnya pemerintah memutuskan untuk memberikan izin impor beras kepada Perum Bulog sebanyak 500.000 ton hingga akhir Februari. Namun, dari realisasinya hanya 261.000 ton beras impor yang bisa didapat.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, masih belum mengetahui apakah izin impor beras yang habis pada akhir Februari 2018 akan diperpanjang atau tidak. Sebab, pagi ini mendadak baru akan rapat.

“Yang pasti hadir Pak Menko ya nanti (hadir dalam rapat). Dalam Rakortas semua akan dibahas,” tuturnya, di Hotel The Luxton, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (28/2/2018).

Perum Bulog awalnya memperkirakan akan ada 281.000 ton beras impor sampai akhir bulan ini. Hanya saja ada 20.000 ton beras dari India yang masih negosiasi soal waktu. “Termasuk 20.000 ton itu, semua akan dibahas dalam Rakortas di Menko,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, impor beras sudah disampaikan kepada Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan. Namun, dari penugasan sebanyak 500.000 ton, Bulog hanya bisa memasukan kurang lebih 281.000 ton.

Ada beberapa penyebab kenapa beras tidak bisa di impor sebanyak 500.000 ton. Pasalnya, dalam waktu sangat pendek, negara ekspor beras ke Indonesia kesulitan mengumpulkan beras beras.

Selain itu, para eksportir juga butuh waktu untuk mengemas beras yang sudah dikolekting dan disimpan dalam curah. Setelah itu, eksportir beras ke Indonesia harus mencari kapal yang cukup untuk mengirimkan beras tersebut.

Tercatat dari 281 ribu ton yang rencananya diimpor, sudah datang 57 ribu ton beras asal Vietnam.

Sekertaris Perusahaan Perum Bulog Siti Kuwati mengatakan, selama Febuari 2018 seluruh beras impor tiba di Jakarta. Di mana dari jumlah beras impor yang sudah tiba sebanyak 57 ribu ton baru dari Vietnam.

Guna mendatangkan beras impor sendiri, diperkirakan butuh dana sebesar Rp 3,6 triliun. Dana tersebut setelah menghitung dari mulai harga beras, bea masuk, asuransi dan beberapa hal lainya yang diperkirakan Rp7.300.

Jumlah tersebut langsung dikalikan jumlah beras yang diimpor. Artinya Rp7.300 dikalikan 500.000 ton beras hasilnya sekitar Rp3,6 triliun.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: