Rokok Kretek Sumbang Kenaikan Inflasi Tertinggi

https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 01 20 1866403 rokok-kretek-sumbang-kenaikan-tertinggi-8ukMv8Uz0m.jpg

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi Februari 2018 sebesar 0,17%. Angka ini turun dibandingkan tingkat inflasi Januari 2017 sebesar 0,62%.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto memaparkan, jika dilihat dari kelompok pengeluaran, kenaikan harga terjadi di seluruh kelompok pengeluaran, sehingga semuanya mengalami inflasi. Adapun inflasi tertinggi, terjadi di kelompok makanan jadi, minuman jadi, rokok, dan tembakau.

“Makanan jadi inflasinya paling tinggi 0,43% memberikan andil 0,07%, pertama yang memberikan sumbangan paling besar rokok kretek dan kretek filter masing-masing 0,01%, dan beberapa makanan jadi seperti ayam goreng dan soto andilnya 0,01%,” ujarnya di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Sementara itu, kelompok bahan makanan mengalami inflasi 0,13% menyumbang inflasi Februari sebesar 0,01%. Dalam kelompok bahan makanan, beras dan bawang putih mengambil andil inflasi 0,04%.

“Memang ada penurunan harga beras, tapi rata-rata kenaikan 1,1% sehingga ada andil 0,04%. Untuk ikan segar dan bawang merah andilnya 0,02%, beberapa sayuran dan buah-buahan andilnya 0,01%,” kata dia.

Sebaliknya, ada komoditas yang mengalami penurunan harga, sehingga menyumbang deflasi. Komoditas tersebut antara lain, daging ayam ras, telur ayam ras yang memberikan andil deflasi sebesar 0,04%. Sementara cabai merah memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,02%, dan kelompok sayuran sebesar 0,01%.

Adapun menurut komponen, penyebab inflasi Februari 2108 adalah inflasi inti sebesar 0,26% sumbangannya 0,15%. Oleh karena itu, inflasi Februari ini disebabkan oleh komponen inti. “3,18% masih di bawah asumsi. Kita berharap inflasi ini terjaga, sehingga tidak berpengaruh terhadap daya beli,” tukas dia.

Sekadar informasi, dalam inflasi tahun kalender Februari adalah 0,79 %. Sementara, inflasi tahunan Februari 2018 sebesar 3,18% year on year (yoy). Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, dari pantauan di 82 kota harga komoditas menunjukkan kenaikan.

Hasil pemantauan BPS di 82 kota, menunjukkan terjadi inflasi 0,17%. Dari 82 kota tersebut, sebanyak 55 kota yang mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura mencapai 1,05% dan inflasi terendah ada di Kota Palangkaraya sebesar 0,04%

Sedangkan penyebab inflasi didorong kenaikan kelompok makanan jadi. Pasalnya, kenaikan harga terjadi di seluruh kelompok pengeluaran.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: