Hingga Awal Maret 2018, Harga Pangan Masih Merobek Kantong

JAKARTA. Harga bahan pangan di awal Maret 2018 masih tinggi. Berdasarkan pantauan KONTAN di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, harga cabai rawit merah bahkan makin pedas dan tembus rata-rata diatas Rp 50.000 per kilogram (kg). Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang rata-rata dikisaran Rp 35.000 per kg.

Tidak hanya harga cabai yang kian pedas. Harga beras medium IR64 juga masih bertahan di kisaran Rp 9.750 per kg. Harga tersebut turun tipis dari sebelumnya yang tembus di atas Rp 10.000 per kg.

Walau turun, namun harga beras tersebut masih tergolongan tinggi karena di atas ketetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 9.450 per kg. Harga minyak goreng curah juga tinggi mencapai Rp 12.500 per liter, lebih tinggi dari yang ditentukan pemerintah Rp 10.500 per liter.

Harga tersebut tidak jauh berbeda dengan harga survei pasar dari informasi pangan Jakarta. Di situ dituliskan harga minyak gorengan rata-rata Rp 12.486 per liter. Semenetara berdasarkan survei pasar Kementerian Perdagangan, harga rata-rata minyak goreng curah di Jakarta sekitar Rp 11.550 per liter dan harga rata-rata minyak goreng curah nasional sekitar Rp 11.405 per liter.

Menurut Ketua Umum Ikatan Pedagangan Pasar Tradisional Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri, masih tingginya harga pangan disebabkan karena produktivitas dan penyaluran sejumlah bahan pangan tidak lancar. Contohnya harga cabai rawit merah yang produksinya sedikit. Di sisi lain logistiknya terganggu karena curah hujan yang tinggi.

“Panen cabai dan pengirimannya terganggu karena musim hujan maka cepat busuk. Sementara minyak goreng sulit didapatkan pedagangan langsung,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (1/3).

Ia bilang mekanisme pembelian minyak goreng pedagang berbeda dengan ritel modern. Pembelian ritel modern diberikan jeda harga yang artinya ritel modern bisa membayar setelah satu atau dua bulan pasca pengambilan barang. Namun hal itu tidak bisa dilakukan oleh pedagang. Akhirnya, pedagang harus melewati dua distributor supaya bisa membelinya dan menjual dengan harga lebih tinggi agar mereka tidak rugi.

Abdullah menambahkan, sebenarnya sudah ada nota kesepahaman di antara pelaku usaha, agar sukses pemasukan minyak goreng ke pasar tradisional dibuka sebesar mungkin. Namun implementasi kebijakan ini tidak berjalan karena tidak dikawal serius oleh pemerintah.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengatakan, pada Maret 2018 harga pangan masih relatif sama dengan awal tahun. Kalau pun turun, nilai penurunannya kecil yakni sekitar Rp 2.000 – Rp 3.000 per kg. “Saya juga melihat harga bawang putih masih tetap yakni diharga sekitar Rp 25.000 – Rp 28.000 per kg,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Agrabisnis Cabe Indonesia (AACI) Abdul Hamid menambahkan, harga cabai rawit merah memang cukup tinggi mencapai Rp 59.000 per kg di awal Maret 2018. Menurutnya, hal ini terjadi karena curah hujan yang masih tinggi. Curah hujan menyebabkan penurunan produksi serta menambah ongkos produksi saat panen dari sentra produksi.

“Kalau musim hujan tekanan penyakitnya bertambah. Nyemprot yang biasanya hanya sekali seminggu menjadi empat kali. Sementara, upah pekerja dan ongkos kirim juga tetap sama ketika jumlah panen yang didapatkan berkurang,” Jelas Abdul.

Harga cabai merah juga tinggi karena pola budidayanya lebih sulit dibandingkan cabai rawit hijau. “Kalau cabai rawit hijau pemeliharaannya lebih mudah dan resikonya lebih kecil,” tuturnya, Menurutnya tingginya harga cabai merupakan siklus tahunan.

Menurutnya produksi cabai akan membaik mulai April karena sudah mulai panen dalam volume besar. Sementara puncak panen terjadi di bulan Juli hingga September.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: