Impor Empat Komoditas Dibatasi

export import

Mulai tahun depan, Kementerian Pertanian berencana membatasi impor jagung, kedelai, bawang merah, dan sapi bakalan

JAKARTA. Atas nama swasembada pangan, Kementerian Pertanian (Kemtan) kembali menggulirkan recana membatasi impor pangan pada tahun depan. Kali ini pembatasan impor akan dilakukan untuk empat komoditas strategis nasional, yakni jagung, kedelai, bawang merah, dan sapi bakalan.

Pembatasan impor dipilih karena pada tahun depan, pemerintah mendorong pertumbuhan produksi empat komoditas ini dari dalam negeri. Unutk produk jagung misalnya, mulai tahun depan, Kemtan tak akan sembarangan memberikan izin impor kepada perusahaan importer.

Hasil Sembiring, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kemtan mengaku akan memperketat izin impor jagung. Dia berlasan, pada tahun-tahun sebelumnya, impor jagung justru meningkat pada saat produksi jagung lokal sedang tinggi-tingginya.

Sebagai contoh, pada tahun 2015 ini, masa panen raya jagung jatuh pada bulan Februari, Maret, dan April. Tapi, diperiode itu, impor jagung justru diats 300.000 ton. Padahal di bulan biasa, volume impor hanya 250.000 ton.”Izin impor jagung tak akan mudah seperti dulu, “tandas Hasil, Senin(26/10).

Pengendalian impor juga dilakukan untuk komoditas kedelai. Maman Suherman, Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Kemtan menyebutkan bakal memperketat impor kedelai untuk melindungi kedelai lokal.

Saat ini, Kemtan tengah mengusulkan pengenaan Bea Masuk (BM) 10% untuk produksi kedelai impor dari saat ini 0%. Sebab, berdasarkan survey Kemtan, biaya produksi kedelai Rp 6.000-Rp 6.500 per kilogram (kg). Namun harga kedelai lokal ditingkat petani saat ini bisa mencapai Rp4.000- Rp 5.000 per kg.

Pembatasan impor ini juga disertai dengan usulan Kemtan untuk mengerek Harga Pembelian Pemerintah (HPP) kedelai sebesar Rp 8.500 per kg dari nilai saat ini yang sebesar Rp 7.700 per kg.

Tak hanya itu, Kemtan juga menyiapkan regulasi khusus agar Bulog menyerap kedelai petani sesuai HPP yang diusulkan Kemtan.

Spudnik Sujono, Direktur Jenderal Hortikultura Kemtan mengatakan, Kemtan tahun depan juga tidak akan lagi mengeluarkan izin impor bawang merah. Sebab, produksi bawang merah dalam negeri telah dapat memenuhi kebutuhan nasional.

Spudnik mengklaim, saat ini, luas lahan untuk tanaman bawang merah mencapai hamper 1 juta hectare (ha) yang tersebar di berbagai daerah. Yang terbesar masih ada di Pulau Jawa, disusul Bima dan Sumbawa. “Tahun depan, ada tambahan luas tanam bawang merah sebanyak 5.000 ha-7.000ha,”ujarnya.

Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian menegaskan akan membatasi impor sapi bakalan mulai tahun depan. Amran bilang, Kemtan akan menghitung secermat mungkin kebutuhan untuk impor dan izin yang dikeluarkan sejumlah kebutuhan tersebut.

Prediksi yang akurat

Namun, rencana ini justru dikritik Hermanto Siregar, Pengamat Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Rencana pebatasan impor ini harus dilakukan dengan data dan prediksi yang akurat, sehingga tidak menimbulkan masalah di lapangan. “Seharusnya pemerintah jangan mengumbar untuk membatasi impor. Prinsipnya adalah menggenjot produksi pangan, jika tak berhasil baru memutuskan impor.”ujarnya.

Hermanto bilang, ambisi pemerintah membatasi impor pangan tahun depan ini berpotensi terganggu karena adanya kemarau panjang tahun ini. Dia bilang, komoditas tanaman pangan dan hortikultura tahun depan pasti akan berkurang jika musim tanam akhir tahun ini mundur akibat belum turun hujan.

Sudirman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) selaku importer jagung terbesar saat ini menyebut rencana pembatasan impor ini tidak membawa dampak bagi petani karena keuntungan ini dinikmati pedagang dengan harga yang tinggi. Alhasil, pengusaha yang butuh bahan baku akan mengalami kerugian.

Sumber: KONTAN

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: