Wajib Pajak Patuh

Kegiatan di tambang Adaro. Foto: DEFRIZAL

Boy Thohir menegaskan, Ditjen Pajak Kemenkeu telah mengukuhkan status wajib pajak (WP) patuh bagi anak perusahaan Adaro Energy, yakni PT Adaro Indonesia, untuk periode 1 Januari 2018 sampai 31 Desember 2019.

Untuk memenuhi syarat sebagai WP patuh, menurut dia, perusahaan harus memenuhi serangkaian kriteria aturan yang ketat dalam pelaporan pajak serta kepatuhan terhadap kewajiban pembayaran pajak.

Kriteria lainnya adalah laporan keuangan dengan status wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk tiga tahun terakhir. Kecuali itu, WP tidak pernah dihukum karena tindakan pidana perpajakan dalam lima tahun terakhir.

“Sebagai WP patuh, Adaro Indonesia mendapatkan keistimewaan untuk menerima pengembalian pendahuluan kelebihan pajak sebelum diselesaikannya pemeriksaan oleh kantor pajak,” kata dia.

Boy mengemukakan, Adaro Energy memiliki total aset US$ 6,81 miliar, meningkat 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan aset lancar naik 24% menjadi US$ 1,97 miliar, terutama diakibatkan kenaikan saldo kas. Adapun aset nonlancar turun 2% menjadi US$ 4,83 miliar.

Menurut Boy Thohir, sejalan dengan panduan belanja modal (capital expenditure/capex) yang ditetapkan pada kisaran US$ 200-250 juta, pada 2017 belanja modal Adaro Energy mencapai US$ 229 juta. Anggaran sebesar itu digunakan untuk pemeliharaan rutin, pembelian untuk penggantian alat berat, serta pengembangan aset batu bara metalurgi.

Dia menjelaskan, total kewajiban perseroan turun 1% menjadi US$ 2,72 miliar. Kewajiban lancar naik 20% menjadi US$ 773 juta yang sebagian diakibatkan kenaikan utang usaha dan utang dividen, serta bagian lancar atas utang jangka panjang.

Boy menambahkan, atas persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan pada 26 April 2017, Adaro Energy membagikan dividen tunai sebesar US$ 101,1 juta atau sekitar 30% dari laba bersih 2016. Pembayaran dividen ini termasuk dividen interim sebesar US$ 60,8 juta yang dibayarkan pada Januari 2017 dan dividen tunai final US$ 40,3 juta yang dibayarkan pada Mei 2017.

Selain itu, kata dia, sesuai persetujuan rapat dewan komisaris dan direksi yang digelar pada 19 Desember 2017, dividen tunai interim untuk tahun buku 2017 sebesar US$ 100,1 juta telah dibayarkan pada Januari 2018.

Pada perdagangan di BEI, kemarin, saham ADRO ditutup pada level Rp 2.330, menguat dibandingkan penutupan hari sebelumnya pada posisi Rp 2.320.

Sumber : beritasatu.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: