Pemerintah Siapkan Skema Baru Insentif Pajak

https: img.okeinfo.net content 2018 03 14 20 1872543 pemerintah-siapkan-skema-baru-insentif-pajak-Y0ZzyZDlv2.jpg

Pemerintah menyiapkan skema baru insentif pajak guna menarik lebih banyak investasi di Tanah Air.

Sedikitnya ada empat skema perpajakan yang akan diberikan, yakni berupa tax holiday, tax allowance, pajak industri kecil dan menengah (IKM), serta pajak riset dan pengembangan (R&D) bagi perusahaan yang terlibat dalam pengembangan pendidikan vokasi. Saat ini skema insentif pajak tersebut masih difinalisasi dan akan disampaikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada April mendatang.

Pemerintah berharap adanya skema baru perpajakan bagi pelaku usaha itu akan mendorong investasi di sektor riil. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ada perubahan yang sangat radikal dalam mengubah dan mendesain insentif investasi. “Dari sisi rate, tax holiday yang tidak lagi menggunakan range, tetapi satu, 100%.

 Setiap dunia usaha yang masuk klasifikasi dalam kelompok yang menerima fasilitas pasti akan dapat tax holiday 100% dan jangka waktunya memperhitungkan nilai investasinya. Makin besar investasinya, makin lama dia dapat tax holiday,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Sekadar diketahui, tax holiday adalah bentuk keringanan pajak bagi per usahaan berupa pembebasan membayar pajak dalam kurun waktu ter tentu sejak dimulainya produksi komersial. Adapun tax allowance berupa pengurangan pajak yang di beri – kan ke pada perusahaan yang masuk kategori pionir ataupun untuk kepentingan ekspansi dari sisi kapasitas.

“Mereka bisa pilih di antara itu. Sementara untuk dunia usaha kecilmenengah, yang di bawah Rp4,8 miliar per tahun, kami akan turunkan PPh final dari 1% jadi 0,5%,” tuturnya. Sementara bagi dunia usaha yang melakukan investasi di bidang vokasi maupun riset dan pengembangan (research and development/R&D) akan diberikan insentif dalam bentuk pajak penghasilan (PPh).

“Pemerintah berkomitmen dari sisi reformasi dan kebijakan investasi. Kami memberikan kemudahan, simplifikasi, pelayanan, dan kepastian. Itu yang mau kami komunikasikan dengan dunia usaha,” ujarnya.

 

Sri Mulyani menuturkan, kebijakan tersebut bertujuan agar dunia usaha yakin bahwa Indonesia merupakan negara dengan ekonomi yang pasarnya terus tumbuh. “Kami akan lakukan benchmarking dan akan lebih baik dari yang di tawarkan Thailand, Malaysia, Vietnam, Filipina dari sisi allowance atau holiday,” tuturnya.  Dia juga mengingatkan agar para pengusaha menyimpan uang surplus usahanya di dalam negeri dan tidak disimpan di sekuritas di luar negeri. “Tanamkan di sini. Kami kasih insentif,” ungkapnya. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan, kebijakan insentif pajak akan diberikan kepada investasi baru dan akan menambah pendapatan negara.  “Jadi, nanti ketika pengusaha melakukan aplikasi, dia sudah melihat industrinya masuk dalam kategori, baik itu sektor hulu maupun pionir, seperti pengembangan industri petrokimia dan baja,” ujarnya. Kalangan pelaku usaha menilai selama ini implementasi insentif berupa tax holiday maupun tax allowance kurang menarik karena jangka waktunya terbatas.

Selain itu syarat yang harus dipenuhi terlalu rumit. “Kami(pengusaha) akhirnya merasa bahwa karena syaratnya terlalu tinggi, dan apa yang diperoleh kurang menarik. Pada akhirnya mereka tidak mengajukan bahkan tidak jadi investasi,” ungkap Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar.  Dia menambahkan, kriteria mengenai aturan insentif yang baru harus lebih jelas dan menarik baik untuk tax holiday maupun tax allowance. Terpenting, kata dia, kriterianya harus jelas.  Misalnya investasi yang dikaitkan dengan penyerapan tenaga kerja, nilai ekspor, dan jumlah produksi yang akan diekspor. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, efektivitas insentif pajak yang akan diberikan pemerintah harus diikuti dengan kebijakan lainnya yang mempengaruhi investasi.  “Sebetulnya yang paling memengaruhi investasi adalah penyediaan lahan, tersedia atau tidak, kejelasan kewenangan, dan perizinan. Apabila insentif pajak tidak diikuti upaya yang serius terkait kebutuhan perizinan lahan dan kewenangan koordinasi dengan daerah, pasti akan susah,” ujarnya.

Faisal menambahkan, insentif tersebut tidak bisa diberikan pada semua sektor terutama insentif untuk pengembangan vokasi dan UMKM. “Harus dipilah sesuai dengan arah kebijakan industrinya. Karena UMKM itu ada UMKM manufaktur, perdagangan, jasa, sehingga harus dibedakan sehingga jelas fokus karena kalau diberikan pada semua banyak potensi negara yang hilang,” katanya.  Penghargaan Wajib Pajak  Direktur Jenderal Pajak (DJP) kemarin memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para wajib pajak besar yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar di lingkungan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar.  Jumlah wajib pajak yang mendapatkan penghargaan berjumlah 31 wajib pajak, yaitu 5 dari KPP Wajib Pajak Besar Dua, 6 dari KPP Wajib Pajak Besar Satu, 6 dari KPP Wajib Pajak Besar Tiga, dan 14 dari KPP Wajib Pajak Besar Empat yang mendapatkan penghargaan atas kontribusinya dalam pencapaian target penerimaan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar pada 2017.  Selain kontribusi yang besar, penghargaan juga diberikan dengan pertimbangan bahwa para wajib pajak tersebut patuh terhadap per aturan perpajakan. Pada2017, besarnya realisasi penerimaan pajak Kanwil DJP Wajib Pajak Besar mencapai Rp361,84 triliun. Tahun 2018 ini target penerimaan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar adalah sebesar Rp432,37 triliun atau tumbuh 19,54% dibandingkan realisasi 2017.  Pencapaian target penerimaan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar tahun 2018 akan mendukung 30,33 % target nasional, yaitu sebesar Rp1.424 triliun. Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemen keu) Robert Pakpahan mengatakan, Kanwil DJP Wajib Pajak Besar akan tetap mengadakan pertemuan secara rutin dengan para wajib pajak yang diadakan secara sektoral.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: