Sri Mulyani Beri Penghargaan ke Sejumlah Pengusaha Besar yang Taat Pajak

Sri Mulyani Beri Penghargaan 31 Wajib Pajak

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan apresiasi dan penghargaan kepada 31  wajib pajak (WP) yang terdaftar dalam Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wajib Pajak Besar. Penghargaan diberikan bagi wajib pajak yang telah berkontribusi besar dan taat terhadap peraturan perpajakan.

Beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta mendapatkan penghargaan. Selain itu, ada juga Wajib Pajak Perseorangan yang membawa pulang penghargaan dari Sri Mulyani.

Sejumlah pengusaha besar yang turut menerima penghargaan antara lain Pemilik PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Raden Eddy Kusnadi Sariaatmadja, Pemilik Salim Group Anthony Salim, Pemilik Gemala Grup Sofjan Wanandi, Pendiri dan Pemilik Medco Group Arifin Panigoro serta  Pendiri Mahaka Group Erick Tohir.

“Selain kontribusi yang besar, penghargaan juga diberikan dengan pertimbangan bahwa para wajib pajak tersebut patuh terhadap peraturan perpajakan,” jelas Sri Mulyani di Gedung Radjiman Widyoningrat di Kantor DJB Wajib Pajak Besar, Selasa (13/3/2018).

Sri Mulyani pun mengimbau kepada pengusaha dan orang super kaya Tanah Air, agar mau menanamkan dananya di dalam negeri serta tidak membawanya ke luar negeri. “Tolong agar akses atau surplus usahanya itu jangan ditaruh di luar negeri, tapi tanamkan di sini (Indonesia). Kami kasih insentif,” ujar dia.

Adapun tujuan pemberian insentif pajak ini untuk pertumbuhan ekonomi negara dapat mengatasi ketertinggalan dan menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

“Tujuan kita ke depannya, Republik ini adalah negara di mana ekonominya sudah termasuk dalam 20 negara ekonomi terbesar di dunia,” kata Sri Mulyani.

Pendiri PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Grup Emtek), Eddy Kusnadi Sariaatmadja, pada kesempatan tersebut menyatakan menyambut positif langkah Sri Mulyani memberikan insentif pajak seperti tax holiday dan tax allowance. “Dengan adanya tax holiday, membuka pintu investasi bagi pengusaha untuk menanamkan modalnya di dalam negeri,” jelas dia.

Eddy melanjutkan, Ditjen Pajak saat ini telah berhasil mengubah stigma menyeramkan bagi WP. Hal itu terlihat dari keberhasilan program pengampunan pajak atau tax amnesty.

“Pengusaha waktu itu stres dan bingung, ini trick apa lagi yang dilakukan. Saya melihat, kepercayaan terhadap Ditjen Pajak sangat rendah waktu itu. Tapi menurut kami, sifat melayani inilah yang membuat WP semakin patuh terhadap pajak dan mereka mau ikut tax amnesty,” ucapnya.

Eddy merasa, membayar pajak saat ini bukan lagi kewajiban, tapi sebuah kehormatan. Dia menganggap membayar pajak merupakan bentuk solidaritas sosial.

Sumber : liputan6.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: