Tax Holiday, Janji Manis yang Sulit Dinikmati

taxPemerintah sudah menjanjikan banyak insentif bagi pengusaha. Namun, janji manis ini belum bisa dinikmati oleh pengusaha. Rencana insentif ini manis di bibir saja, tanpa pernah terealisasi.

FASILITAS pembebasan pajak penghasilan (PPh) badan atau yang terkenal dengan sebutan tax holiday sudah tak asing di telinga pengusaha dalam setahun terakhir. Insentif ini menjadi andalan pemerintah untuk merayu investor agar menanamkan modalnya di Indonesia.

Usaha pemerintah merayu pengusaha dengan tax holiday sudah berlangsung sejak 2011. Di era Menteri Keuangan Agus Martowardojo, terbitlah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 130/PMK.011/2011 tentang pemberian fasilitas pembebasan atau pengusahaan PPh badan. Namun, karena PMK itu membatasi pengajuan calon penerima insentif hanya tiga bulan pasca lahirnya aturan, pemerintah lalu merevisinya. Revisi lalu dibuat oleh Menteri Keuangan Chatib Basri melalui PMK No 192/PMK.011/2014 yang memberi waktu pengajuan usulan penerima insentif paling lambat hingga 15 Agustus 2015.

Pasca revisi itu, Kementerian Perindustrian (Kemperin) langsung mengajukan empat perusahaan ke Kementerian Keuangan (Kemkeu) untuk mendapatkan insentif. Empat perusahaan itu adalah PT Cartepillar Indonesia Batam, PT Feni Haltim, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery, dan PT Synthetic Rubber Indonesia. Pengajuan PT Cartepillar pada April 2014, tiga lainnya Juli 2014.

Namun, hingga pemerintah berganti, usulan itu belum berbuah. Insentif yang dijanjikan pun tak pernah dirasakan.

Kepala Pusat Pengkajian Kebijakan dan Iklim Usaha Industri Kemperin Haris Munandar mengatakan usulan itu masih dalam pembahasan. Kemkeu baru-baru ini mulai membahas usulan insentif kepada PT Well Harvest Winning Alumina Refinery dan PT Synthetic Rubber Indonesia. “Dibahas di tingkat tim teknis Kemkeu,” ujar Haris kepada KONTAN, Senin (23/2).

Bagi Kemperin, empat perusahaan itu telah memenuhi persyaratan: sebagai industri pionir dan sesuai dengan pengembangan industri nasional. Namun, Kemkeu masih mendalami lagi sehingga sampai saat ini belum ada diputuskan.

Yang pasti, para pengusaha yang sedang menanti insentif harus menunggu lebih lama karena persetujuan Kemkeu masih memerlukan waktu.

Apalagi, pembahasan tentang penerima tax holiday ini bersamaan dengan kebijakan Kemkeu dan Kemperin yang mau merevisi lagi aturan pemberian insentif. Alasannya, revisi perlu dilakukan untuk menarik lebih banyak investor yang mau menanam modal di Indonesia. Kemungkinan, insentif nanti lebih besar karena syarat insentifnya semakin ringan dibandingkan aturan sebelumnya.

Di aturan saat itu, perusahaan penerima insentif bakal mendapatkan pembebasan PPh badan paling lama 10 tahun dan paling singkat 5 tahun. Setelah berakhir, wajib pajak badan masih bisa memperoleh pengurangan PPh badan sebesar 50% dari PPh terutang selama dua tahun pajak.

Fasilitas tax holiday ini hanya untuk industri pioner pada lima bidang. Mereka adalah industri logam dasar, pengilangan minyak bumi, permesinan, sumber daya terbarukan, dan peralatan komunikasi. Syarat lain, rencana investasi minimal Rp 1 triliun. Setelah melewati sejumlah syarat tersebut, ada tiga perusahaan mendapatkan fasilitas tax holiday. Yaitu PT Petrokimia Butadiene Indonesia, PT Unilever Oleochemical Indonesia, dan PT Energi Sejahtera Mas.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sebelumnya menargetkan revisi PMK tax holiday keluar tahun ini. Selain itu, pemerintah juga akan mengeluarkan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 52 tentang fasilitas tax allowance dan PP mengenai insentif fiskal di kawasan ekonomi khusus. Dengan adanya tiga revisi aturan tersebut, pemerintah akan mempunyai paket insentif fiskal yang besar bagi investor untuk masuk berinvestasi di Indonesia.

Di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi 5,7%. Investasi jadi tulang punggung untuk mendongkrak ekonomi tahun ini, selain konsumsi pemerintah.

 

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: