SPT Pajak

8Akhir bulan ini merupakan batas akhir bagi wajib pajak pribadi untuk melaporkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan. Sedangkan, bagi wajib pajak badan tenggat waktu pelaporan SPT akhir April nanti.

Dari penyerahan SPT pajak penghasilan ini, bukan hanya akan tergambar tingkat kepatuhan wajib pajak melaporkan SPT. Namun juga kejujuran wajib pajak melaporkan kewajiban pajaknya. Aspek kejujuran wajib pajak ini pula yang hendak dikejar aparat pajak.

Kantor pajak akan mencocokkan apakah pajak yang dilaporkan wajib pajak sudah sesuai dengan data-data yang dimiliki Direktorat Jenderal Pajak. Bila pajak yang dilaporkan ada yang tak sesuai dengan data profil si wajib pajak, Ditjen Pajak akan meminta wajib pajak memperbaiki SPT.

Agar wajib pajak mau memperbaiki pelaporan SPT, maka muncullah rencana menerapkan sunset policy lagi di tahun ini yakni berupa penghapusan denda administrasi. Rencananya, wajib pajak yang melakukan perbaikan SPT sebelum 1 Januari 2016, ia akan mendapatkan penghapusan sanksi administrasi bunga 2% setiap bulannya.

Penerapan sunset policy pernah dilakukan pada tahun 2008 silam. Bedanya dulu perbaikan SPT bersifat sukarela, kini menjadi keharusan. Maklum, target penerimaan pajak di tahun ini terbilang besar. Penerimaan pajak di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 diharapkan mencapai Rp 1.294 triliun.

Nah, sunset policy hanya salah satu strategi saja menambah pundi pajak. Dulu, di tahun 2008, meski perbaikan SPT bersifat voluntary, tapi bisa mendongkrak penerimaan pajak. Harapannya, dengan sunset policy disertai keharusan memperbaiki SPT, tambahan penerimaan pajak bisa lebih besar lagi.

Pajak memang menjadi andalan penerimaan negara. Tahun ini, lebih dari 70% penerimaan negara berasal dari pajak. Tak sedikit yang pesimistis, target penerimaan pajak bakal tercapai di tahun ini. Terlebih, beberapa tahun terakhir penerimaan pajak tak memenuhi target. Namun, setelah mendapat vitamin berupa remunerasi dan tunjangan yang besar, bisa saja aparat pajak makin giat dan semangat menjaring penerimaan pajak.

Begitu besarnya kontribusi penerimaan pajak bagi penerimaan negara, sudah semestinya kita semua menjadi orang bijak yang taat membayar pajak. Sebaliknya, kita menuntut pemerintah juga bijak menggunakan uang pajak.

 

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: