JAKARTA. Peritel elektronik dan gadget berharap tunjangan hari raya (THR) para pekerja saat Lebaran bisa mendongkrak penjualan tahun ini yang tengah lesu. Harapan mereka, berkah Lebaran itu bisa mengangkat daya beli masyarakat, khususnya di transaksi penjualan di gerai–gerai gadget mereka.
Secara industri, tren penjualan memang melemah. Tapi, Erajaya optimistis penjualan saat Lebaran bisa naik 20%-25% ketimbang bulan-bulan biasanya, kata Djatmiko Wardoyo, Sekretaris Perusahaan PT Erajaya Swasembada kepada KONTAN, Senin (6/7). Djatmiko berujar, tren kenaikan penjualan gadget saat Lebaran didorong oleh keinginan masyarakat agar bisa menggenggam ponsel anyar saat mudik ke kampung.
Melihat gejala ini, ia memprediksi produk ponsel, terutama ponsel pintar keluaran terbaru seperti Samsung Galaxy S6, Xiaomi Mi4i dan produk asal vendor Taiwan dan China bakal terdongkrak penjualan kala Ramadan dan jelang Lebaran nanti. Djatmiko memprediksi produk premium dan entry level seharga Rp 1 juta sampai Rp 3 juta bakal diburu konsumen. Kedua produk ini akan mendorong penjualan saat jelang Lebaran menjadi tinggi, ujarnya memprediksi.
Adapun peritel elektronik, PT Electronic City Tbk Indonesia Tbk (ECII) juga mematok target pertumbuhan penjualan saat Lebaran. Namun, manajemen Electronic City tidak mematok target ambisius di musim ini. Rupanya, peritel ini masih belum melihat adanya tanda-tanda daya beli masyarakat bisa kembali bergairah. Tetap terjadi peningkatan penjualan saat jelang Lebaran. Tapi tidak sebesar tahun lalu karena daya beli masyarakat masih lesu, kata Fery Wiriatmadja,
Direktur Electronic City. Biasanya, Electronic City berani menargetkan kenaikan penjualan menjelang Lebaran 30% dari bulan biasa. Tapi khusus tahun ini, peritel ini cuma mematok target pertumbuhan penjualan 10%-20% dari bulan biasanya. Biasanya produk yang paling banyak diburu konsumen di gerai Electronic City adalah produk diskon. Makanya, saat Ramadan, Electronic City menggelar beragam program diskon. Program diskon cukup menarik bagi masyarakat yang baru saja dapat THR. Biasanya, penjualan meningkat pesat saat THR turun atau dua minggu sebelum Lebaran, paparnya.
Sementara itu, AG Rudyanto Ketua Electronic Marketers Club (EMC) menambahkan, produk yang paling banyak diburu saat Ramadan adalah kategori peralatan rumah tangga atau home appliance. Sementara, produk audio dan video justru stagnan. Data dari EMC untuk selling in, saat jelang Lebaran ini, paling tinggi berasal dari produk kulkas yang bisa mengalami lonjakan 25% dibanding bulan biasa, ucap Rudyanto.
Sementara itu, untuk produk elektronik rumah tangga seperti kulkas, rice cooker, mesin cuci serta pendingin ruangan atau air conditioning (AC) bertumbuh antara 20%-25%. Larisnya produk kulkas atau rice cooker lantaran saat Ramadan dan Lebaran banyak orang menyimpan makanan.
Sumber: KONTAN
http://www.pemeriksaanpajak.com
pajak@pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak
Tinggalkan komentar