Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengakui bahwa pada tahun ini target penerimaan negara dari sektor perpajakan akan meleset dari target (shortfall). Bahkan Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, penerimaan perpajakan akan ada shortfall sebesar Rp120 triliun atau meleset delapan persen dari target awal yang ditetapkan sebanyak Rp1.489,3 triliun.
Kondisi tersebut membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bakal melakukan skenario terbaik guna menangkal shortfall tersebut. Ia mengatakan, skenario tersebut adalah dengan mengurangi proyek-proyek pemerintah.
“Ya pastilah (kurangi proyek). Kita lihat perkembangannya. Kalau tidak uang berkurang, pasti pengeluaran harus dikurangi kan,” ujar JK ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin, 9 November.
Pemerintah, jelas dia, saat ini sedang melakukan cara terbaik dalam mengelola defisit. “Kita memang sedang mencari suatu cara untuk mengelola defisit itu,” tukas JK singkat.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui bahwa target penerimaan pajak yang dipatok pemerintah tahun ini terlalu tinggi. Sebagai bukti, penerimaan pajak hingga September 2015 baru mencapai 53,02 persen dari target.
“Target pajak, harus diakui ketinggian. Pasti ada shortfall meski beda. Ada yang bilang Rp250 triliun, Rp220 triliun, Menkeu bilang Rp120 triliun atau Rp160 triliun. Intinya semua sepakat akan ada shortfall,” ujar Darmin beberapa waktu lalu.
Pemerintah mencatat, per September lalu, penerimaan pajak baru mencapai Rp686,27 triliun atau 53,02 persen dari target tahun ini. Lebih rendah ketimbang realisasi periode sama tahun lalu sebesar Rp688,27 triliun.
Sumber: metrotvnews.com
http://www.pemeriksaanpajak.com
pajak@pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak
Tinggalkan komentar