Restitusi Pajak Tahun 2016 Mencapai Rp 46 Triliun

JAKARTA. Nilai pembayaran restitusi pajak tahun ini membengkak dibandingkan tahun 2015 lalu. Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasetiadi mengatakan, tahun ini jumlah restitusi pajak yang telah dibayarkan pemerintah mencapai Rp 46 triliun, naik dari tahun 2015 yang sebesar Rp 32 triliun.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menduga, membengkaknya pembayaran restitusi karena pemerintah menunda pembayaran yang seharusnya dilakukan tahun lalu. Langkah itu dilakukan agar penerimaan pajak tahun lalu terjaga.

Makanya, Prastowo mengingatkan pemerintah untuk tidak melanjutkan kebijakan serupa pada tahun ini. Sebab, “Akan menjadi efek berantai terhadap penerimaan pajak pada tahun depan,” katanya, Minggu (15/5).

Restitusi pajak adalah pengembalian kembali pembayaran pajak yang lebih bayar. Restitusi pajak ini merupakan hak milik wajib pajak untuk menerima kembali kelebihan dana pembayaran pajak yang telah disetorkan ke negara. Untuk mendapatkan restitusi pajak, wajib pajak harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Ditjen Pajak. Selanjutnya, Ditjen Pajak menindaklanjuti dengan pemeriksaan atau verifikasi.

Prastowo menambahkan, sebetulnya mengalihkan pembayaran restitusi sudah menjadi hal yang biasa dilakukan pemerintah. Bedanya, pada tahun 2015, nilainya lalu lebih besar dari biasanya.

Sehingga, efek yang ditimbulkan pada tahun ini diperkirakan cukup serius. Sebelumnya, pemerintah terancam penurunan target penerimaan pajak (shortfall) hingga Rp 290 triliun, terutama dari sisi Pajak Penghasilan minyak dan gas bumi (migas).

Meskipun ada rencana menerapkan pengampunan pajak, Yustinus pesimistis upaya ini bisa menutupi kekurangan penerimaan pajak tahun ini. Menurut Yustinus, satu-satunya cara saat ini adalah mengerem belanja pemerintah.

Jika pemerintah menambah utang, defisit anggaran akan membengkak. Sebagai catatan, pemerintah sebetulnya akan memangkas belanja hingga Rp 50 triliun. Pemangkasan dinilai belum cukup.

Humas Ditjen Pajak Mekar Satria Utama membantah pembengkakan restitusi karena ada upaya pengalihan dari tahun lalu. Menurutnya, tidak ada hubungannya antara restitusi dengan penerimaan pajak tahun 2015 lalu.

Pada tahun 2015 lalu, realisasi penerimaan pajak pemerintah mencapai Rp 1.055 triliun atau sekitar 81,5% dari target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2015. Mekar yakin target penerimaan pajak tahun ini Rp 1.360 triliun akan tercapai dengan berbagai cara Ditjen Pajak.

Sumber: Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: