Pemerintah Berburu Pasokan Minyak dari Iran

JAKARTA – Pemerintah nampakna serius mendorong pembangunan fasilitas kilang minyak di dalam negeri. Bahkan, Minggu (29/5) kemarin, sejumlah pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terbang ke Iran demi meneken kesepakatan atas impor minyak dengan National Iranian Oil Refining & Distribution Company.

Direktur Utama Kreasindo Resources Indonesia (KRI) Rudy Radjab yang ikut dalam, rombongan Kementerian ESDM bilang, Iran bersedia memberi pasokan minyak mentah untuk jangka waktu 20 tahun terhitung sejak dikirim tahun 2021.

“Impornya 150.000 barel per hari untuk Kilang Situbondo,” ujar dia ke KONTAN, Minggu (29/5). Oh iya, kilang Situbondo adalah kilang minyak Kreasindo Resources yang dimiliki oleh Rudy dan Bambang Triatmojo, anak mantan Presiden Suharto.

Rudy mengatakan, rencananya, Menteri ESDM Sudirman Said akan menjadi saksi atas kerjasama itu. “Dijadwalkan begitu, draf sudah kami kirim untuk ditandatangani,” imbuh Rudy. Apalagi, kerjasama Iran ini urusan government to government (G to G), meskipun pasokan minyak Iran kelak untuk swasta.

Sayangnya, Rudy belum mau membeberkan harga minyak per barelnya yang diminta oleh Iran melalui National Iranial Oil Refining & Distribution Company. “Belum ada (harganya), tergantung dengan keekonomian nanti,” ujar dia.

Menurutnya, Pertamina kelak akan menjadi pembeli dari hasil olahan inyak atau off taker dari Kilang Situbondo setelah proyek mencapai tahap Engineering, Procurement, and Construction(EPC) yang targetnya 2017. Adapun saat ini pihaknya masih pada tahap Front End Engineering Design (FEED).

KRI  menaksir, investasi untuk Kilang Situbondo mencapai US$ 5 miliar. China Construction Bank Corp akan memberikan 70% dari total investasi itu dengan bunga 4%-5% per tahun. Syaratnya EPC harus memakai Sinopec.

Untuk kekurangan dana 30% tersebut, 70% akan dicari perusahaan melalui China Asia Equity Fund, dan 30% Iran yang akan memenuhi dari Iran Energy Holding.

Cari Cadangan

Dihubungi secara terpisah, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, dirinya akan menandatangani kerjasama Head of Agreement (HoA) terkait pasokan minyak. Sayang, ia enggan menjelaskan penggunaan pasokan minyak itu untuk KRI atau lainnya. “Volumenya tidak hafal, tapi lumayan signifikan. Itu akan menjadi alternative source dari Pertamina,” katanya.

Komaidi Notonegoro, Pengamat Energi mengatakan, kerjasama Indonesia dengan Iran adalah kerjasama yang strategis di pasokan. “Tapi harus cari alternative pasokan kalau nanti pasokan Iran turun,” kata dia.

Selain urusan minyak mentah, Sudirman juga mengatakan, akan melakukan kerjasama pasokan elpiji dengan Iran dan Pertamina. Lalu, penandatangan perjanjian pengembangan industry ketenagalistrikan antara PT Pindad dan MAPNA Group.

Namun, lagi-lagi, Vice President Corporate Communication Wianda Pusponegoro mengaku tak tahu menahu soal kerjasama pasokan minyak mentah dengan Iran maupun KRI.

Kata dia, Pertamina hingga kini masih melakukan pembicaraan dan kajian terkait kerjasama suplai minyak dan elpiji dari Iran ke Indonesia. “Masih dikaji dan dibicarakan. Bila terms-terms disetujui ada kemungkinan signing untuk LPG atau minyak mentah,” ujar dia.

Sumber: Kontan, Senin 30 Mei 2016

Penulis: Febrina Ratna Iskana, Azis Husaini

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: