THR dari Bursa Saham

Menjelang libur panjang Lebaran, perdagangan di pasar saham pada pekan ini diperkirakan bakal lebih sepi dibanding biasanya. Meski begitu, masih ada peluang bagi Anda yang belum sempat menuai berkah tunjangan hari raya (THR) dari bursa saham.

Referendum warga Inggris pada pekan lalu menjadi pusat perhatian pelaku pasar di seluruh dunia Maklum, jadi atau tidaknya Inggris keluar dari Uni Eropa (EU) akan berpengaruh terhadap kondisi keuangan ke depan.

Isu terkait keluarnya Inggris dari UE atau popular disebut Brexit alias British Exit pada pekan lalu cukup berdampak terhadap fluktuasi bursa saham. Hingga artikel ini naik cetak, belum ada pengumuman resmi hasil referendum Brexit. Namun, berdasarkan survey terakhir, hasil referendum dimenangkan oleh kubu pro UE dengan selisih suara yang amat tipis.

Ketidakpastian hasil Brexit membikin pelaku pasar memilih menahan diri. Itu sebabnya, setelah tiga hari berturut-turut berada di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah, tepat di hari pelaksanaan referendum Brexit. Kamis lalu (23/6), IHSG turun 0,42% disbanding hari sebelumnya menjadi 4.874.

Meski mengalami koreksi, analis Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo, mengatakan, investor asing masih menggelar aksi beli saham. Kamis (23/6), investor asing membukukan beli bersih alias net buy sebesar Rp 236 miliar.

Namun, bukan cuma isu Brexit yang mengakibatkan IHSG bergerak fluktuatif pada pekan lalu. Analis bahan securities Muhammad Wafi, mengatakan, ada  beragam sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu seperti fenomena La Nina yang mengerek harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) dan penurunan harga minyak mentah dunia. Selain itu, ketidakpastian terhadap pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak alias tax amnesty juga menjadi faktor yang cukup menekan pergerakan IHSG.

Menurut Wafi, hasil referendum Brexit yang diumumkan akhir pekan lalu masih akan berdampak terhadap terhadap pergerakan IHSG pekan ini. Dari dalam negeri, kepastian terkait pengesahan RUU Pengampunan Pajak juga menjadi faktor penggerak IHSG. Jika Sidang Dewan Paripurnawan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 28 Juni memutuskan untuk mengesahkan RUU tersebut menjadi Undang-Undang (UU), IHSG akan memperoleh sentimen positif yang cukup kuat.

DPR juga akan mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016. Persetujuan terkait penyertaan modal negara (PMN) kepada perusahaan BUMN bakal jelas. Bagi BUMN yang memperoleh persetujuan PMN, sahamnya jelas kian menarik.

Pilih sektor yang ramai

Masalahnya, perdagangan saham pada pekan ini adalah kali terakhir sebelum libur Lebaran. Lucky mengatakan, meski ada berbagai sentimen positif, banyak pemain saham yang pekan ini sudah pulang kampung.

Karena itu, Lucky memperkirakan, transaksi perdagangan saham pada pekan ini akan menurun. Sehingga pedagangan saham relatif lebih sepi disbanding biasa nya. Lucky memperkirakan, IHSG pekan ini berada di rentang 4.885-4.925. Sedangkan Wafi menebak, IHSG pekan ini di rentang 4.820-4.940.

Meski sepi, bukan berarti investor tidak memiliki peluang untuk mengail cuan menjelang Lebaran. Menurut Wafi, perdagangan saham untuk sektor tertentu pada pekan ini masih akan ramai. Karena itu, Lucky menyarankan investor melakukan transaksi berdasarkan kinerja sektor. “Investor harus memilih sektor yang benar-benar diminati pasar,” kata Lucky.

Salah satu sektor yang menarik pekan ini adalah sektor barang konsumsi dan ritel. Maklum, kedua sektor ini memperoleh sentimen positif dari momen Ramadhan dan Lebaran. Lucky menyarankan investor mencermati saham RALS, MPPA, UNVR, INDF, dan ICBP. Untuk sektor ritel, Wafi menyarankan saham RALS, MAPI,MPPA, dan LPPF.

Sektor kedua yang menarik, menurut Lucky, adalah infrastruktur. Pilihannya adalah saham JSMR lantaran memperoleh sentimen positif dari memen mudik Lebaran. Lebaran juga menjadi sentimen positif bagi sektor telekomunikasi. Lucky merekomendasikan TLKM dan EXCL.

Namun, Wafi justru menyarankan investor menghidari kedua sektor tersebut. Alasannya, pemerintah bisa saja tiba-tiba melakukan intervensi dengan menurunkan tarif tol. Sedangkan minat pelaku pasar terhadap saham telekomunikasi sedikit berkurang karena persaingan bisnis antara operator telekomunikasi.

Meski begitu, naik Wafi maupun  Lucky, menyarankan investor mencermati saham sektor perbankan. Sektor lainnya yang menarik, menurut Wafi, adalah sektor property dan sektor otomotif.

Analis Asjaya Indosurya Securites Wiliam Surya Wijaya memberikan petunjuk sederhana. Saham yang menarik untuk dikoleksi pekan ini adalah saham yang emitennya menuai berkah momen Lebaran.

Nah, silahkan ikut menuai berkah tunjangan hari raya (THR) ?

Sumber: Tabloid Kontan 27 Juni – 03 Juli 2016

Penulis: Herry Prasetyo, Melati Amaya Dori

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: