Pilihan Investasi Semakin Beragam

Produk investasi di bidang pasar modal menjadi penampung tax amnesty

JAKARTA. Demi mendukung program tax amnesty, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan peraturan tentang produk investasi di bidang pasar modal. Dalam beleid No 26/POJK.04/2016, wajib pajak dapat menempatkan dana mereka pada reksadana penyertaan terbatas, kontrak pengelolaan dana (KPD), efek beragun aset berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK EBA) dan EBA surat partisipasi.

Produk lainnya, dana investasi real estate (DIRE) berbentuk KIK, serta efek yang diperdagangkan di bursa efek atau di luar bursa efek. Ketentuan dalam aturan ini juga berlaku bagi penerbitan investasi menggunakan skema syariah. Aturan ini sekaligus merelaksasi aturan reksadana penyertaan terbatas dan KPD.

Tujuannya, “Menarik minat pemodal dalam melakukan investasi di pasar modal,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida, akhir pekan lalu.

Nah, ketentuan relaksasi itu antara lain, reksadana penyertaan terbatas boleh tidak memiliki perusahaan sasaran saat pencatatan. Investasi pada perusahaan sasaran diwajibkan paling lambat satu tahun sejak RDPT dicatatkan.

Prospek investasi

Sementara aturan KPD, jumlah dana kelolaan awal diturunkan menjadi Rp 5 miliar, dari sebelumnya minimal Rp 10 miliar. KPD juga boleh berinvestasi di sertifikat deposito bank persepsi, dengan porsi lebih dari 25%.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan, produk reksadana bakal memikat investor repatriasi tax amnesty. Produk ini memiliki keunggulan karena keuntungan para investor bukan merupakan objek pajak. Bandingkan instrumen lain, pajak bunga deposito 20% dan obligasi 15%. Imbal hasil juga menarik.

Menurut Rudiyanto, selain KPD, semua produk menggunakan aset dasar sektor riil, sehingga sulit memprediksi imbal hasil. “Kalau sektor riil secara teori risk and return lebih tinggi dibanding sektor finansial, karena seperti membuka usaha,” kata Rudiyanto.

Sedangkan KPD berisi saham, obligasi, pasar uang dan reksadana sehingga return mengikuti pasar modal. Prediksi Rudiyanto, return KPD beraset saham antara 17%-20% dan KPD beraset obligasi antara 8%-12% per tahun.

Untuk produk lain, berdasarkan riset KONTAN, DIRE bisa memberikan indikasi return 13%, EBA SP sekitar 8,6%, KIK EBA sekitar 7,75%-8% dan reksadana penyertaan terbatas sekitar 10%-11% per tahun. Panin Asset Management menargetkan penghimpunan dana deklarasi dan repatriasi Rp 5 triliun-Rp 10 triliun hingga akhir tahun ini.

Menurut Direktur Utama Infovesta Utama, Parto Kawito, investor pasti akan melirik produk yang mampu mengalahkan return investasi di luar negeri.

Sumber : pengampunanpajak.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pengampunan pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: