Beberapa Kebijakan Berpotensi Membuat Infasi Makin Melar

Hasil gambar untuk inflasiJAKARTA – Pemerintah telah menetapkan inflasi pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 sebesar 4%. Namun angka tersebute diprediksi bakal melebar hingga 4,5%.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, risiko pelebaran inflasi pada tahun 2017 akan bersumber dari beberapa kebijakan dyang akan diterapkan oleh pemerintah. Pertama, yakni terkait pengurangan subsidi listrik sebesar 18%. Ini akan berimplikasi pada kenaikan tarif listrik untuk 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA. “Ini akan mempengaruhi sekitar 22 juga pelanggan atau sekitar 40% dari pelanggan PLN. Dengan demikian, dampaknya pada inflasi tahunan akan ada tambahan inflasi sebesar 1%-1,5%,” ujar Josua, Selasa (4/10).

Kedua, terkait cukai rokok. Tahun depan, rata-rata kenaikan tertimbang cukai rokok ditetapkan sebesar 10,54%. Nah, kenaikan cukai tersebut diprediksi akan berkontribusi pada kenaikan inflasi sebesar 0,1%-0,3%.

Lalu yang ketiga terkait cukai plastik yang akan diberlakukan pada 2017. Penerapan cukai plastik diperkirakand bakal ikut menyumbang kenaikan inflasi sebesar 0,1%-0,4%. “Dengan demikian, teknan inflasi akan meningkat menjadi 4%-4,5% yoy padas tahun 2017,” kata Josua.

Menurut Josua, dengan memperhatikan asumsi yang ditetapkan pemerintah yaitu untuk inflasi sebesar 4%, maka perlu bagi pemerintah dan Bank Indonesia (BI) memperkuat lagi koordinasi. Khususnya, perhatian lebih pada menghadapi gejolak harga komoditas pangan yang mungkin terjadi pada pertengahan tahun depan. “Sebab pada pertengahan tahun, ada hari raya Idul Fitri serta potensi kekurangan pasokan bahan pangan karena curah hujan tinggi dan risiko gagal panen yang mesti diantisipasi supaya dapat menahan harga,” sarannya.

Hal senada juga disampaikan Ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam. Menurutnya, dnegna ditetapkannya cukai plastik, kenaikkan cukai rokok, dan pengurangan subsidi listrik akan besar pengaruhnya terhadap inflasi.

Oleh karena itu, Latif mempertanyakan apakah penetapan inflasi di angka 4% oleh pemerintah sudah menghitung dampak dari beberapa kebijakan yang akan diterapkan di tahun depan. Begitu juga dengan potensi kenaikan harga minyak dunia. “Sebab, faktanya, inflasi itu selalu berkaitan dengan harga minyak,” ujarnya.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martaowardjojo mengatakan bahwa inflasi 4% pada 2017 sudah mempertimbangkan pengurangan subsidi listrik. Namun dengan catatan bahwa pengurangan dilakukan pada saat yang tepat. “Memilih waktunya harus yang tepat. Idealnya itu dialkukan saat inflasi sedang rendah atau saat musim panen raya, sehingga tidak berdampak pada inflasi nasional,” katanya.

Penulis: Hasyim Ashari

Sumber: Harian Kontan, 5 Oktober 2016

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar