Aksi Demo Picu Ketidakpastian Investasi

Group of people with various colors.

Jakarta – Pelaku usaha menilai demonstrasi yang mengerahkan massa dalam jumlah besar berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi khususnya pelaku ritel. Bahkan sejumlah investasi terpaksa tertunda hingga situasi aman dan kondusif.

“Tentu pelaku usaha sangat khawatir dengan demo-demo belakangan ini,” kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat di sela diskusi “Dampak Ekonomi Demo 411” di Jakarta, Rabu (30/11).

Dia mengatakan, aksi unjuk rasa 4 November lalu atau dikenal 4/11 membuat pelaku usaha mengambil stok secukupnya. Mereka khawatir jika membeli dalam jumlah banyak, tidak terserap oleh distributor. Akibatnya, gudang mereka kosong. Hal ini juga akan terjadi pada aksi damai 2 Desember atau 2/12.

“Pelaku usaha seperti tekstil atau elektronik mengambil stok secukupnya, enggan ambil banyak-banyak khawatir tidak terserap, dari yang biasanya ambil 100, sekarang hanya 20, jadi penurunannya bisa 80 persen,” kata Ade.

Ade mengatakan, meski demo 4/11 kemarin hanya satu hari, namun sejumlah pelaku usaha tutup selama dua hari, sehingga menekan omzet mereka. Sayangnya Ade belum bisa memproyeksi dampak eekononi demo 2/12 mendatang. “Yang jelas ada kerugian miliaran,” kata dia.

Sementara akademisi Tito Rizal mengatakan, kondisi ekonomi DKI Jakarta sebagai pusat unjuk rasa Bela Islam II 4 November lalu diperkirakan membuat kerugian ekonomi Rp 4 triliun. Angka itu dengan asumsi 20.000 toko tutup dimana satu toko diperkirakan beromzet Rp 25 juta.

Selain itu, pengunjung mal atau kafe berkurang hampir 50 persen serta sejumlah acara rapat dan pertemuan di hotel dibatalkan. “Apalagi operasional kantor di kawasan Sudirman, Thamrin, Hayam Wuruk dan Gajah Mada dan di sekitar ring satu Istana sebagian meliburkan diri, meski ada yang masuk setengah hari,” kata doktor Alumni Universitas Kebangsaan Malaysia ini.

Mantan Jubir Wapres era Boediono, Yopie Hidayat mengatakan, saat ini pasar finansial global tengah diguncang menyusul terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS. Kebijakan Trump telah membuat dolar AS menguat ke seluruh mata uang dunia, termasuk rupiah. Dana-dana yang selama ini tinggal di negara-negara berkembang mulai mengalir kembali dengan kencang ke AS. Jika tidak diantisipasi akan menekan perekonomian nasional. “Penularan ke Indonesia banyak opsi, salah satunya lewat pasar obligasi,” kata dia.

Di tengah tekanan ekonomi global, dia berharap, persoalan politik di dalam negeri jangan memperburuk situasi nasional yang bisa berdampak pada perekonomian bangsa. “Pergulatan politik dengan pengerahan massa akan memperburuk persepsi tentang keamanan dan stabilitas sehingga melemahkan kesiapan menghadapi krisis,” kata Yopie

Sumber: Beritasatu.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar