Wajib SNI Pelumas Akan Menjegal Impor

images

JAKARTA. Rencana pemerintah menerapkan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pelumas masih menuai pro dan kontra. Kelompok pendukung wajib SNI berasal dari produsen pelumas. Adapun kelompok yang menolak berasal dari kelompok distributor dan importir.

Andria Nusa, Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan Asosiasi Produsen Pelumas Indonesia (Aspellindo), dari kubu pendukung wajib SNI pelumas menyatakan, wajib SNI pelumas menyatakan, wjaib SNI pelumas akan melindungi konsumen dari produk pelumas yang tak berkualitas. “Produsen pelumas mendukung SNI wajib, yang menolak hanya importir dan pedagang saja,” kata Andria, Selasa (6/12).

Dukungan wajjib SNI untuk pelumas juga disampaikan oleh produsen pelumas anggota Aspelindo, yakni PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI). “Dengan wajib SNI akan mengurungkan konsumen, karena produsen tidak bisa main-main dengan kualitas. Untuk itu kami mendukung kebijakan tersebut,” kata Sapta Rida R, Sales Manager C/I & OEM PT Wiraswasta Gemilang, Selasa (5/12).

Untuk menyegarkan ingatan, saat ini pemerintah lewat Kementerian Perindustrian tengah mempersiapkan aturan wajib SNI untuk pelumas. Aturan wajib SNI tersebut di harapkan bisa membendung impor pelumas yang mencapai 300.000 kiloliter di tahun 2013 atau naik 50% dari tahun sebelumnya.

Meski telah mendapat dukungan dari produsen pelumas, tapi perusahaan yang berstatus sebagai importir dan distributor pelumas  yang tergabung dalam Perhimpunan Distributor Importir dan produsen Pelumas Indonesia (Perdippi) tetap menolak rencana kebijakan wajib SNI pelumas tersebut.

Paul Toar, Ketua Umum Perdippi, menyatakan, kebijakan wajib SNI pelumas akan menghambat distribusi pelumas ke daerah-daerah terpencil. Dengan keluarnya aturan wajib SNI, maka anggotanya kesulitan impor yang berujung kepada kelangkaan pasokan pelumas di daerah.

Selain itu, Paul menilai, persyaratan untuk mendapatkan sertifikat SNI sangat memberatkan pihaknya. Paul memberikan contoh, untuk mendapatkan sertifikasi, penguji mesti mengunjungi asal pabrik pelumas tersebut di luar negeri. “Apa efektif semisal Exxonmobil yang memiliki pabrik pelumas di enam negara harus dikunjungi semua, saya rasa tidak,” kata Paul, Selasa (6/12).

Untuk diketahui, saat ini ada sekitar 20 pabrik pelumas yang beroperasi di Indonesia dengan kapasitas produksi sebanyak sebanyak 1,8 juta kilo liter. Selain produsen ada sekitar 200 importir pelumas dengan berbagai merek.

Penulis : Umi Kulsum

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: