Kejar Realisasi Penerimaan Bea Cukai 97%

JAKARTA. Penerimaan bea dan cukai tidak akan mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P). Hingga 23 Desembe 2016, realisasi penerimaan cukai baru Rp 148,47 triliun atau 80,71% dari target APBN-P 2016 yang sebesar Rp 183,96 triliun.

Secara persentase realisasi penerimaan tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama 2015 yang sebesar 78%. Namun secara nominal, realisasi tersebut turun Rp 2,85 triliun dibanding realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 151,32 triliun.

Kepala Seksi Pemantauan Penerimaan Ditjen Bea dan Cukai Erwin Hariadi bilang, realisasi penerimaan cukai hingga 23 Desember 2016 sebesar sebesar Rp 114,11 triliun atau 77,06% dari target. Sementara penerimaan bea masuk dan bea keluar masing-masing Rp 33,37 triliun atau 94,56% dari target, dan Rp 2,83 triliun atau 113% dari target.

Diperkirakan sampai akhir tahun capaian penerimaanbea dan cukai hanya 97% dari target. “Mudah-mudahan akhir tahun ini tercapai, “kata Erwin dalam acara bincang-bincang di kanal radio Bea Cukai, Selasa (27/12). Sehingga sampai akhir 2006 diperkirakan realisasi penerimaan bead an cukai hanyamencapai Rp 178,44 triliun, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 180,4 triliun atau 92,5% dari target APBN-P 2015.

Untuk mencapai realisasi 97%, Ditjen Bea dan Cukai masih perlu mengejar penerimaan Rp 29,97 triliun lagi di beberapa hari terakhir.  Menurut Erwin, realisasi penerimaan sampai akhir tahun akan terbantu dari pendapatan cukai cukai hasil tembakau. Sebab jatuh jatuh tempo pelunasan kredit cukai hasil tembakau pada 29-30 Desember 2016.

Pelunasan kredit cukai diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.04/2015. Dengan adanya PMK itu maka pembelian pita cukai secara kredit harus dilunasi di tahun berjalan. “Ya masih ada sisa Rp 29 triliun-Rp 30 triliun lagi di 30 Desember, “katanya.

Bea dan Cukai juga berharap tambahan cukai minuman etil alkohol hingga Rp 3,99 triliun disisa empat hari ini. Langkah mitigasi pun dilakukan dengan mengamankan sistem pembayaran supaya tidak down. Berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), memantau peta penerimaan bea masuk dengan target penerimaan bea masuk dengan target penerimaan lebih dari Rp 76 miliar per hari dalam empat hari ke depan. Juga mengamankan realisasi penerimaan bea keluar ekspor Newmont yang masih memiliki satu kali pengapalan senilai Rp 30 miliar.

Sumber: kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: