Berikan Porsi untuk Swasta

Selama ini siapa yang memberikan sumbangan besar produk domestik bruto (PDB) bagi negara? Siapa lagi kalau bukan swasta.

Lalu siapa sih swasta? Swasta ialah masyarakat umum itu sendiri.

Namun kenyataannya, swasta belum memiliki hak yang sama untuk tumbuh. Sementara perusahaan milik negara selama ini menggenggam privilege khusus.

Padahal, ada kolerasi kuat antara pertumbuhan ekonomi negara dengan peningkatan peran swasta. Negara yang pertumbuhan ekonominya sehat dan kompetitif adalah negara yang mendorong peran swasta.

Rusia dan China adalah dua contoh bukti. Sejak kedua negara tersebut menanggalkan dominasi peran negara pada aspek ekonomi keduanya berjalan dengan baik. Kita bisa melihat, China sekarang menjadi negara yang kuat berkat upayanya memberikan ruang luas bagi swasta.

Perlu diketahui negara yang terlalu ikut campur dalam urusan ekonomi justru akan membikin keadaan pasar tidak efisien. jadi menurut saya, mestinya pemerintah cukup berperan sebagai regulator. Selanjutnya, berikan saja ruang yang besar bagi swasta terlibat memperkuat ekonomi nasional.

Tidak perlu dipertanyakan lagi mengenai komitmen swasta mendorong ekonomi dalam negeri. Mereka sangat berkomitmen. Bahkan sepak terjang mereka tak kalah dengan perusahaan plat merah.

Komitmen swasta bisa terlihat dalam berbagai sektor, infrastruktur misalnya. Dalam sektor tersebut, sepertiga pendanaan berasal dari dana badan usaha milik negara (BUMN) dan pemerintah. Sementara dua pertiga berasal dari dana non pemerintah alias swasta.

Hanya dalam beberapa sektor tertentu saja, swasta kalah saing dengan perusahaan milik negara. Namun hal tersebut terjadi akibat di luar kemampuan mereka. Misalnya, swasta sulit memasuki sektor minyak dan gas (migas).

Penulis : Hariyadi Sukamdani, (Ketua Umum Apindo)

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar