Mengantre itu Bikin Bete dan Kuno

TIDAK mudah, namun bisa dicapai. Demikian peluang pemerintah untuk mengerek rasio pajak dari saat ini, 11%, menjadi kisaran 13%-14% pada 2018-2020. Target itu bisa dicapai jika pemerintah serius berbenah. Salah satu yang patut diperbaiki adalah sistem pelayanan pajak.

Layanan yang baik bisa meningkatkan kepatuhan wajib pajak (WP). Siapa yang suka mengantre berlama-lama dan menghadapi birokrasi yang berbelit hanya untuk mengurus pajak. Padahal WP ke kantor pajak untuk membayar pajak. Jadi sudah seharusnya WP mendapat pelayanan yang lebih lanyak.

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tanjungpandan yang ada di Bangka Belitung mungkin bisa menjadi salah satu kantor pajak yang perlu dicontoh kantor pajak lainnya. Meski hanya menempati gedung kecil, namun KPP ini memiliki melakukan terobosan dalam pemberian layanan.

Ambil contoh sistem “Beripat” atau berita terpadu. Dengan layanan ini, saat WP mengajukan permohonan, seperti surat pengajuan Surat Pemberitahuan (SPT), mereka akan menerima notifikasi bahwa permohonan yang disampaikan sudah diterima dan diperkirakan akan diselesaikan dalam sekian hari.

Ada juga layanan Tanya Orang Pajak (TOP) yang berbasis Whatsapp. Melalui aplikasi pesan ini, WP bisa bertanya seputar pajak, yang akan dijawab oleh admin secara langsung.

Terobosan lain adalah layanan BOS atau Billing Order Service. Ini adalah pengiriman kode billing berbasis SMS. WP yang tidak punya nomor billing bisa mengirimkan pesan singkan dengan format nama/NPWP/jenis pajak/masa pajak/tahun pajak/jumlah pembayaran.

Ada juga Tarsius atau Tax Archives Administration Unique System, yang merupakan layanan pengarsipan data WP. “Tahun 2014 malu sekali ketika berkas menumpuk sehingga sulit dicari, maka kami kembangkan sistem,” ujar Plt Kepala KPP Pratama Tanjung Pandan Fadjar Julianto, Senin (18/4) lalu.

Tak hanya itu, KPP ini juga memiliki layanan SMS caster untuk mengomunikasikan berbagai aturan pajak yang baru serta kegiatan kantor pajak tersebut.

Yang patut dicatat, berbagai inovasi itu tidak membutuhkan dana yang besar. “Ini kreasi kami sendiri. Kalau belanja, paling belanja drone,” ujarnya.

Drone itu untuk melengkapi pengawasan terhadap WP di wilayahnya. “Untuk mengetahui bisnisnya masing-masing, luas lahannya, dan lainnya. Misalnya tambang, juga bisa diketahui volume yang sudah ditambangnya,” kata dia.

Namun, menurutnya tidak semua terobosan itu bisa dilakukan di setiap KPP. Ide bisa lahir dari pemahaman kantor pajak atas karakteristik daerah. “Yang penting itu mengetahui karakter dari masyarakat sendiri,” ujar dia.

Berbagai layanan tersebut pun berdampak pada kepatuhan WP di wilayah Bangka Belitung yang mencapai 82% atau mendekati tingkat kepatuhan di DKI Jakarta yang 100%.

KPP Tanjung Pandan mencatat, dari 19.915 WP terdaftar tahun 2014, ada 14.224 WP yang melaporkan SPT. Di tahun 2015, dari total 18.646 WP, jumlah yang melapor 15.447 WP. Tahun lalu, dari total 22.112 WP, jumlah yang melapor ada 17.253 WP.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo bilang, KPP Tanjungpandan melakukan terobosan yang bagus. Seperti SMS Caster misalnya, menurut dia dapat dilakukan oleh semua KPP. “Kalau itu efektif, kenapa tidak bisa dijadkan proyek nasional,” kata dia.

Ia mengakui, tiap daerah punya karakter yang unik, mulai luas wilayah, geografi, dan kultur. Dengan demikian, secara nasional menurutnya bisa dibuat target dan ukuran yang jelas soal bagaimana sebaiknya KPP menyediakan layanan bagi WP.

Menurutnya sudah seharusnya pembayaran pajak dibuat lebih mudah. Di era online ini, memang sudah bukan zamannya orang mengantre membayar pajak.

“Mengantre itu sudah kuno, bikin bete. Pelayanan Pajak harusnya bikin pembayar pajak merasa tersenyum, karena wajib pajak sudah mengeluarkan uang,” pungkas Yustinus.

Sumber : Kontan, Selasa 25 Apr 2017

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: