Pengusaha Siap Tinggalkan Batam

JAKARTA. Para Pengusaha masih terus mengeluh kondisi berusaha di Batam yang tidak kondusif. Pasalnya banyak kebijakan Badan Pengelola (BP) Batam yang menyulitkan pengusaha.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepulauan Riau Cahya mengatakan ada banyak aturan yang menghambat. Seperti kenaikan tarif uang wajib tahunan otoritas (UWTO), kenaikan tarif pelabuhan dan bandara, dan lainnya. Selain itu birokrasi investasi di Batam juga berbelit. “Pimpinan BP Batam yang baru sering membuat kebijakan yang justru membuat investor semakin ragu masuk ke Batam,” Ujarnya kepada KONTAN, Rabu (26/4).

Kondisi ini diperparah lagi oleh pembagian wewenang antara BPBatam dan Pemerintah Kota Batam yang membuat pengusaha dan investor semakin bingung. Menurutnya Apindo sudah berkali-kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Perekonomian maupun langsung ke Wakil Presiden. Namun belum ada perbaikan.

Ia juga mengatakan bahwa perhatian pengusaha bukan hanya pada pembagian kewenangan Pemkot dan BP Batam, ataupun aturan mengenai free trade zone, tetapi juga mengenai kaku dan lemahnya kepemimpinan BP Batam.

Apindo bahkan melihat investasi Batam saat ini justru mengalami kemunduran lima tahun ke belakang. “Jika pemerintah pusat tidak segera turun tangan selesaikan masalah ini, kami pengusaha bisa katakan selamat tinggal Batam,” tegas Cahya.

Hanya Wakil Kepala BP Batam, Agus Tjahajana Wirakusumah membantah adanya ketidakpastian hukum dan lambatnya perizinan di Batam. Menurutnya, investasi asing yang masuk ke Batam hingga kuartal I 2017 masih cukup baik. Namun agus tidak bisa membeberkan nilai investasi asing yang masuk tersebut. “Yang jelas, investasi masih meningkat. Berarti Batam masih menjanjikan untuk investor,” katanya.

Agus mengakui bahwa industri di Batam saat ini tengah lesu. Namun menurutnya bukan karena aturan maupun kebijakan BP Batam yang tidak menguntungkan pengusaha. Tetapi karena industri mayoritas di Batam berorientasi ekspor. “Sekitar 50% ekonomi Batam ditopang industri ekspor, bayangkan saja kalau ekspor sedang menurun, ya Batam kena imbasnya luar biasa,” katanya.

Sumber : Kontan, Kamis, 27 Apr 2017

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: