Utang Bisa Jadi Beban ke Anak Cucu, Apa Kata Sri Mulyani?

Jakarta. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga tidak sepakat bila utang yang ditarik pemerintah sekarang menjadi beban ke anak cucu di masa depan. Maka dari itu utang ditarik dengan tepat dan digunakan secara produktif.

Utang negara saat masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melonjak drastis. Bila dihitung dalam 2,5 tahun terakhir (sampai Mei 2017), maka tambahan utang mencapai Rp 1.067,4 triliun. Secara total, utang sudah mencapai Rp 3.672,33 triliun

“Saya juga enggak ingin meninggalkan beban untuk anak cucu kita, ini saya kira harus seimbang,” ungkap Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Seimbang, maksud Sri Mulyani adalah menjaga penerimaan, khususnya pajak bisa tetap tumbuh secara ideal. Kemudian belanja negara yang meskipun berasal dari utang digunakan untuk hal-hal yang bersifat produktif seperti membangun infrastruktur dan perlindungan sosial serta pendidikan.

Undang-undang (UU) telah mengatur batas defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 sebesar 3% terhadap PDB.

“Pertumbuhan ekonomi kita sekitar 5% dan defisit kita dijaga di bawah 3% itu telah memberi keseimbangan yang baik dalam artian defisit ini kan dibayarkan dengan utang, utang ini kan sebaiknya dipakai untuk belanja yang sifatnya produktif,” paparnya.

Dengan penggunaan utang secara produktif maka akan mampu menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan. Sehingga APBN bisa stabil secara jangka panjang, yang artinya beban utang bisa terus dibayarkan di masa depan sampai lunas

Sumber: detik.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: