Rasakan Daya Sendiri

Sepekan terakhir, topik mengenai daya beli tiba-tiba mencuat dan menjadi bahan perbincangan hangat. Sebagaian berseliweran pernyataan, pendapat, analisis, bahkan data-data yang menunjukkan bahwa daya beli masyarakat sedang melemah.

Sinyalemen ini terutama datang dari kalangan indutri. Angka penjualan perusahaan ritel, misalnya, lebih kecil dari tingkat penjualan pada periode yang sama tahun lalu. Begitu pula dengan penjualan otomotif, baik sepeda motor maupun mobil. Belakangan kian banyak pengusaha menyampaikan keluhan serupa.

Di lain pihak, banyak pula orang yang yakin bahwa daya beli masyarakat tetap kuat, bahkan semakin perkasa. Keyakinan ini didasari oleh argumen yang kuat pula. Sebagaian orang di pihak ini para pengusaha pula. Pasar daring Bukalapak, misalnya, konon mengalami pertumbuhan penjualan hingga tiga digit.

Seperti biasa, polemik soal daya beli ini akhirnya mewabah ranah media sosial (medsos) dan grup-grup percakap. Satu pihak yakin daya beli memang melemah, di lain pihak yakin ekonomi bergulir dengan baik-baik saja. Lalu seperti yang dudah-sudah, perbedaan pandangan ini pun lambat laun menyerempet pada keberpuhakan politis.

Memikirkan secara serius persoalan masyarakat tentu baik-baik saja. Itu tanda kita semakin melek ekonomi, sekaligus semakin peduli pada negeri ini. Namun, sebelum otot leher menonjol gara-gara adu data dan argumen, mari kita lihat fakta-fakta lebih teliti.

Faktanya, banyak pengusaha yang memang merasakan bisnisnya semakin sepi. Fakta yang lain, banyak pengusaha justru merasa bisnisnya bergulir lancar. Dua-duanya kenyataan. Tak perlu mencurigai pihak lain bohong dan menuduh mereka memiliki motif-motif politis.

Ketimbang eyel-eyelan apakah daya beli masyarakat sedang melemah atau menguat, tengok saja angka-angka keuangan usaha Anda sendiri. Kalau bisnis Anda membaik, bersyukurlah. Sebaliknya, jika bisnis anda sendang terseok ya, jangan gampang menyerah.

Anda bukan pengusaha ? Daripada ikut-ikutan berdu mulut soal daya beli masyarakat, coba periksa sikap anda sendiri. Apakah selama beberapa bulan ini anda, sengaja atau tidak mengurangi belanja? Apakah anda merasakan harga-harga semakin mahal? Lalu, simpulkan apakah daya beli anda sendiri memang sedang melemah ?

Kita sering lupa bhwa masyarakat itu ya,  anda dan saya juga.

Sumber: harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Artikel

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: