Pajak Kendaraan Listrik Tinggi, Ketua Gaikindo: Orang Tak Berminat Beli Mobil Tesla

Selain kesiapan infrastruktur, untuk memasarkan mobil listrik di Indonesia yang paling penting adalah pajak. Jika menggunakan struktur pajak yang berlaku sekarang ini, harga mobil sangat tinggi. Untuk mobil jenis sport utility vehicle (SUV) berteknologi hybrid saja dikenakan bea masuk sebesar 20 persen dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) 10 persen.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto menegaskan, agar mobil ramah lingkungan bisa diterima pasar maka tarif pajaknya harus diturunkan. Bila tidak, maka hanya sedikit sekali yang mau mengeluarkan uang hingga miliaran rupiah.

“Orang tidak akan berminat beli mobil listrik Tesla dengan Rp2,6 miliar kalau tarif pajaknya masih menggunakan yang berlaku sekarang. Jangan lupa industri automotif penyumbang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang cukup besar. Tetapi kalau tarif pajaknya jomplang (kemahalan), mau itu mobil listrik atau hybrid, tidak akan ada yang beli. Kalau enggak ada yang beli bagaimana kita menuju ke sana (mobil ramah lingkungan),” jelas Jongkie.

Dengan diturunkannya tarif pajak untuk mobil ramah lingkungan, lanjut Jongkie, pendapatan negara dari sektor automotif justru akan mengalami peningkatan. Sebab harga mobil yang terjangkau membuat masyarakat banyak yang membelinya sehingga pasar semakin tumbuh.

“Kajian yang dibuat Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI sangat mengejutkan, dengan tarif pajak turun pendapatan pemerintah dari perpajakan bahkan naik 17 persen. Bahwa dengan diturunkan pajaknya volumenya justru naik pendapatan totalnya naik 17 persen, luar biasa. Kajian ini kami buat supaya bisa diterima oleh Kemenperin dan Kemenkeu,” terang Jongkie.

Gaikindo sendiri medukung langkah pemerintah yang akan menerapkan program low carbon emission vehicle ( LCEV). Ia berharap aturan itu bisa berjalan dengan baik dan berguna bagi industri automotif nasional.

Seperti diketahui, dalam program LCEV, produsen mobil bebas memilih teknologi yang akan diaplikasikan pada produknya, mulai berbahan bakar compressed natural gas (CNG), hybridplug in hybrid, sampai full electric. Bisa juga menggunakan bahan bakar alternatif seperti campuran etanol.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: