DJP Butuh Banyak CPNS, Sri Mulyani: Agar Capai Target Pajak

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan dari sebanyak 2.880 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dibutuhkan Kemenkeu paling banyak dialokasikan untuk Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Diketahui sebanyak 1.721 orang atau 60% dari jumlah CPNS untuk pegawai Pajak.

Sri Mulyani mengatakan alokasi ke Ditjen Pajak terbanyak karena Pajak memang kekurangan banyak pegawai di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan tidak sesuai dengan beban kerja untuk meningkatkan kebutuhan pajak.

“Kebutuhan yang akan di isi 1.721 di DJP sudah terasa di KPP banyak stretch kekurangan. Formasi ini adalah untuk kebutuhan sangat mendesak masing-masing pajak peningkagan kepatuhan pajak jika mencapai target penerimaan pajak dan untuk meningkatkan account representative,” ungkapnya di Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Sementara itu, terbanyak kedua ada di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebanyak 575 orang untuk mencapai optimalisasi pengawasan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai.

“Kedua terbesar di Bea Cukai. Meskipun kami juga punya DJKN yang besar-besar punya kantor vertikal di semua kantor provinsi di Indonesia yang mayoritas golongan 3,” tukasnya.

Seperti diketahui, dari jumlah 2.880 CPNS Kemenkeu akan dialokasikan untuk 3 jenjang pendidikan yakni, Diploma Umum (D3) 2.146 orang, Sarjana (S1) 733 orang, dan Magister (S2) 1 orang.

Untuk lulusan terbaik (cumlaude) 73 orang atau 10% dari jenjang S1, untuk disabilitas 12 orang, untuk putra-putri terbaik Papua dan Papua Barat 26 orang dan untuk umum 2.770 orang.

Sedangkan untuk formasi unit Kemenkeu yang membutuhkan yaitu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebanyak 1.721 orang, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebanyak 575 orang,Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) sebanyak 261 orang dan Sekretariat Jenderal (Setjen) sebanyak 201 orang.

Serta, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) sebanyak 66 orang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) sebanyak 26 orang, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) sebanyak 20 orang dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) sebanyak 10 orang.

Sumber : okezone.com

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan dari sebanyak 2.880 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dibutuhkan Kemenkeu paling banyak dialokasikan untuk Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Diketahui sebanyak 1.721 orang atau 60% dari jumlah CPNS untuk pegawai Pajak.

Sri Mulyani mengatakan alokasi ke Ditjen Pajak terbanyak karena Pajak memang kekurangan banyak pegawai di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan tidak sesuai dengan beban kerja untuk meningkatkan kebutuhan pajak.

“Kebutuhan yang akan di isi 1.721 di DJP sudah terasa di KPP banyak stretch kekurangan. Formasi ini adalah untuk kebutuhan sangat mendesak masing-masing pajak peningkagan kepatuhan pajak jika mencapai target penerimaan pajak dan untuk meningkatkan account representative,” ungkapnya di Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Sementara itu, terbanyak kedua ada di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebanyak 575 orang untuk mencapai optimalisasi pengawasan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai.

“Kedua terbesar di Bea Cukai. Meskipun kami juga punya DJKN yang besar-besar punya kantor vertikal di semua kantor provinsi di Indonesia yang mayoritas golongan 3,” tukasnya.

Seperti diketahui, dari jumlah 2.880 CPNS Kemenkeu akan dialokasikan untuk 3 jenjang pendidikan yakni, Diploma Umum (D3) 2.146 orang, Sarjana (S1) 733 orang, dan Magister (S2) 1 orang.

Untuk lulusan terbaik (cumlaude) 73 orang atau 10% dari jenjang S1, untuk disabilitas 12 orang, untuk putra-putri terbaik Papua dan Papua Barat 26 orang dan untuk umum 2.770 orang.

Sedangkan untuk formasi unit Kemenkeu yang membutuhkan yaitu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebanyak 1.721 orang, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebanyak 575 orang,Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) sebanyak 261 orang dan Sekretariat Jenderal (Setjen) sebanyak 201 orang.

Serta, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) sebanyak 66 orang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) sebanyak 26 orang, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) sebanyak 20 orang dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) sebanyak 10 orang.

Sumber : okezone.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: