Enam Pengusaha tak Bayar Pajak Rp 60 Miliaran, Ini yang akan Dilakukan DJP Kaltim-Kaltara

Enam Pengusaha tak Bayar Pajak Rp 60 Miliaran, Ini yang akan Dilakukan DJP Kaltim-Kaltara

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wilayah Kaltim dan Kaltara tengah mengincar enam orang pengusaha yang dianggap tidak patuh membayar pajak.

Sekarang sedang proses menunggu inisiatif dari wajib pajak. Jika dalam waktu yang ditentukan tidak memenuhi kewajibannya, maka akan melakukan langkah gijzeling atau tahan badan dalam penjara.

Hal itu disampaikan Samon Jaya, Kepala Kantor DJP Wilayah Kaltim dan Kaltara kepada Tribun usai melakukan Tax Gathering Wajib Pajak bertema ‘Kerja Bersama Membangun Bangsa’ yang dilangsungkan di Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Selasa (19/9).

 Ia menjelaskan, sejak sekitar setahun lalu, enam orang ini dituntut segera memenuhi kewajibannya membayar pajak. Namun respon enam wajib pajak ini kurang tanggap, masih mengulur-ngulur waktu pembayaran.

“Kami nanti bisa bertindak. Kalau sampai tidak segera membayar bisa saja diambil langkah penegakkan hukum. Dilakukan gijzeling. Sudah ada enam orang yang masuk daftar,” ungkap Samon.

Enam wajib pajak itu, kata Samon, dianggap merugikan negara. Indikasi enam individu ini memiliki perusahaan besar, namun tidak disiplin membayar pajak. Lokasinya berada di Kaltim dan Kaltara. Mereka yang masuk berpotensi terkena gijzeling (tahan badan) karena tidak membayar pajak minimal Rp 100 juta.

“Data yang saya pelajari mereka per orang itu menunggak pajaknya bisa lebih dari Rp 100 juta. Kalau ditotal semuanya dianggap ada kerugian negara bisa mencapai sekitar Rp 60 miliar. Mereka itu bisa per orang lebih dari Rp 100 juta,” ungkapnya.

 Menurut Samon, itu sama saja merugikan negara. Padahal, wajib pajak itu tidak ada ruginya membayar pajak, sebab kewajiban melunasi pajak itu akan menguntungkan diri sendiri dan generasi setelahnya.

“Sudah banyak kasus yang tidak membayar pajak kami tahan badan. Ditaruh di lembaga permasyarakatan,” tegasnya.

Ketika ditanya mengenai siapa dan perusahaan apa, Samon enggan membeberkan. “Wajib pajak kami sifatnya rahasia tidak bisa dipublikasi,” ungkapnya. Nanti kalau pun sudah ada hasil-hasil sitaan terkait tunggakan pajak, pihaknya akan mengumumkan ke masyarakat.

Dia mengimbau, kepada wajib pajak yang sudah diberikan peringatan keras sebaiknya segera tuntaskan. Sebab nanti ketika diberlakukan penahanan badan yang rugi bukan diri sendiri tetapi anak dan keluarganya pun ikut merasakan.

“Keluarganya kasihan. Anaknya juga tidak nyaman. Setelah ditahan masa tahanan habis juga tidak langsung lunas. Tetap harus bayar pajak yang terhutang. Ditambah biaya hidup selama di penjara. Makanya sudah sudah jangan tambah dibuat susah lagi,” tutur Samon.

Sumber : tribunnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: