Pajak Penulis

Penulis Tere Liye menghentikan kontrak dengan dua penerbit buku yaitu PT Gramedia Pustaka Utama dan Republika per 31 Juli 2017 karena kecewa terhadap sistem pengenaan pajak kepada dirinya sebagai penulis.

Ia merasa beban pajak yang harus ditanggungnya lebih tinggi dibanding profesi lainnya seperti dokter, akuntan, artis, motivator, hingga arsitek. Ia merasa diperlakukan tidak adil. Di dalam administrasi perpajakan penulis dikategorikan sebagai pekerja bebas.

Wajib pajak yang masuk dalam kategori pekerja bebas dan berpenghasilan bruto kurang dari Rp4,8 miliar dalam setahun dapat memilih menghitung penghasilan netonya dengan menggunakan norma penghitungan penghasilan neto (NPPN) sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. 17/PJ/2015.

Syaratnya yaitu wajib pajak memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. 4/PJ/2009; wajib pajak memberitahukan mengenai penggunaan NPPN kepada Direktorat Jenderal Pajak paling lama tiga bulan sejak awal tahun pajak yang bersangkutan; dan besarnya NPPN bagi penulis buku adalah 50% dari penghasilan bruto (honorarium maupun royalti dari penerbit).

Apabila seorang penulis berpenghasilan bruto kurang dari Rp4,8 miliar setahun maka penghasilan netonya diakui (menurut pajak) sebesar 50%, kemudian dikurangi penghasilan tidak kena pajak (PTKP), baru dikenai pajak sesuai tarif progresif Pasal 17.

Sebagian besar penulis menyerahkan urusan pajak kepada penerbit karena penerbit bertindak sebagai pemotong pajak. Penerbit memberikan bukti potong pajak penghasilan Pasal 23 kepada penulis. Akar permasalahan dalam pajak penulis buku adalah tarif pemotongan pajak penghasilan Pasal 23 atas royalti penulis buku sebesar 15%.

Dengan tarif pemotongan pajak penghasilan Pasal 23 sebesar 15% maka pajak terutang seorang penulis buku berpotensi lebih bayar saat ia melaporkan surat pemberitahuan tahunan pajak penghasilan tahunan orang pribadi.

Jika seorang penulis hanya mengandalkan royalti sebagai satu-satunya sumber penghasilan maka penghasilan neto dari royalti tersebut diakui (menurut pajak) hanya 50%, padahal penerbit sudah memotong penuh sesuai tarif pajak penghasilan Pasal 23 atas royalti tersebut.

Sumber : solopos.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: