81 WNI Transfer Rp 18,9 T ke Singapura Karena Takut Pajak

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mengungkap pemilik uang Rp 18,9 triliun yang ditransfer dari Guernsey (Inggris) ke Singapura lewat Standard Chartered adalah 81 warga negara Indonesia. Menurut Ditjen Pajak, transfer ini tak ada kaitannya dengan kegiatan militer, TNI/Polri atau pejabat negara, melainkan murni dilakukan 81 WNI itu sebegai pebisnis.

Lantas, mengapa mereka memindahkan uang dalam jumlah sebesar itu dari Guernsey (Inggris) ke Singapura? Pengamat pajak dari Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo, menjelaskan transfer uang Rp 18,9 triliun harus dilihat menurut konteksnya yaitu terjadi di akhir 2015.

Saat itu Guernsey akan menerapkan keterbukaan informasi keuangan terkait pajak yang berlaku awal 2016. Nah, otomatis data-data para nasabah di Guernsey bisa dibuka untuk kepentingan pajak.

Menurut Prastowo, para nasabah WNI itu akhirnya mengamankan uang mereka ke Singapura supaya menghindari kebijakan di Guernsey, termasuk jikak pihak Guernsey bertukar informasi terkait pajak dengan Indonesia.

“Kalau Guernsey bisa tukar informasi dengan Indonesia, kan mereka bisa dilaporkan ke sini, padahal belum ada tax amnesty. Mereka ingin ikut tax amnesty dan amanin duit dulu, maka pindahin dulu ke Singapura kan,” jelas Prastowo kepada detikFinance, Selasa (10/10/2017).

Senada, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi, dalam konferensi pers Senin malam (9/10/2017) menjelaskan hal yang tidak jauh berbeda.

“Dari keterangan laporan analisis PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan) mereka sebut bukan menghindar, tapi takut dengan pajak. Data di Jersey dan Guernsey kan akan dilaporkan reporting standart, nah itu mereka takut,” terang Ken.

Informasi seputar transfer dana dalam jumlah besar itu terungkap setelah regulator keuangan di Eropa dan Asia Tengah sedang memeriksa Standard Chartered terkait transfer dana senilai Rp 18,9 triliun. Dana sebesar itu ditransfer nasabah Indonesia dari Guernsey (Inggris) ke Singapura.

Mengutip dari BBC yang melansir Bloomberg, Sabtu (7/10/2017), dana Rp 18,9 triliun milik nasabah asal Indonesia, dipindahkan pada akhir 2015, sebelum Guernsey menerapkan peraturan pelaporan global untuk data pajak, Common Reporting Standard, pada awal 2016

Sumber : detik.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: