Dirjen Pajak Diingatkan Kasus Ahok

Dirjen Pajak Diingatkan Kasus Ahok

Selebaran “Yesus Juga Bayar Pajak” yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan bikin heboh masyarakat. Alih-alih dipuji, banyak yang justru mengingatkan Ditjen Pajak; jangan sampai kesandung masalah penodaan agama seperti Ahok.

Seperti diketahui, selebaran ini rame dibahas warganet selama dua hari terakhir ini. Jika dibentangkan, selebaran ini terbagi menjadi tiga bagian. Di pojok kiri terdapat dua pria. Satu mengenakan baju romawi, satunya lagi digambarkan mirip Yesus lengkap dengan janggutnya yang khas.

Gambar tersebut mengilustrasikan seorang pria membacakan informasi, seperti sebuah tagihan kepada Yesus. Di atasnya terdapat dua kutipan, pertama “Yesus mengajarkan untuk memberikan apa yang menjadi hak negara, berupa pajak,”. Kedua, “Yesus juga memberi contoh sikap taat dalam membayar Bea Bait Allah (temple tax),”.

Sementara di bagian tengah selebaran, terdapat kutipan ayat Roma 13:7a “Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai”. Di sisi kanannya, terdapat logo Direktorat Jenderal Pajak, ada juga gambar kedua tangan yang seolah-olah memberikan hadiah kepada Indonesia. Dan tak ketinggalan tinta putih bertuliskan Yesus Juga Bayar Pajak.

Menanggapi ini, warganet pun heboh. Mayoritas mengkritik Ditjen Pajak yang mengeluarkan selebaran model kayak gini. “Pada tau nggak brosur pajak bergambar Yesus? Nyeleneh nggak sih,” tanya @zamzani.

“Apa hubungannya Yesus dengan bayar pajak. Silakan umat Nasrani melaporan ke pihak berwajib karena ini penodaan agama. Inget Ahok,” tulis @AlifMedia memanas-manasi. Sebagian mengingatkan Ditjen Pajak, jangan sampai kesandung kasus penistaan agama seperti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ada juga netizen yang berspekulasi, langkah ini dilakukan Ditjen Pajak karena panik, penerimaan negara dari pajak masih jauh dari target. Tercatat, per 30 September 2017, penerimaan pajak baru Rp 770,7 triliun, atau hanya 60 persen dari target pemerintah yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 sebesar Rp 1.283,6 triliun.

Usul punya usul, ternyata selebaran ini dibentuk setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengundang pemuka agama pada Senin (16/01) di Ruang CCB lantai 2 Gedung Utama Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Saat itu pemerintah memang tengah gencar mensosialisasikan program pengampunan pajak (tax amnesty).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama menerangkan, selebaran itu bertujuan untuk mensosialisasikan pajak ke seluruh lapisan masyarakat. “Kami memanfaatkan berbagai sarana dan berusaha menjangkau sebanyak mungkin masyarakat, termasuk umat beragama. Salah satunya dengan membuat materi berupa leaflet sosialisasi pajak dari perspektif agama yang diakui di Indonesia,” ujarnya.

Yoga menegaskan, selebaran itu bukan satu-satunya. Ditjen Pajak juga membuat sosialisasi dalam bentuk selebaran dari perspektif Islam, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Materi selebarannya pun sudah ada sejak awal 2017, dan telah diedarkan saat sosialisasi Tax Amnesty.

Tak lupa Yoga mewakili pemerintah, meminta maaf apabila pembuatan selebaran ini menyingung sejumlah pihak.

“Ditjen Pajak menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat pihak yang merasa kurang nyaman dengan beredarnya leaflet tersebut,” tuturnya.

Sumber : rmol.co

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: