
JAKARTA. Peluang untuk bekerjasama dengan pebisnis Qatar tentu sayang untuk dilewatkan. Tak heran jika Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Timur Tengah menyelenggarakan Qatar-Indonesia Economic Forum, Rabu (18/10) kemarin. Acara ini bertepatan dengan kehadiran para pebisnis dari Negara Teluk itu.
Melalui forum ini, Kadin Indonesia berusaha mempertemukan pengusaha nasional dengan pebisnis Qatar. Keduanya diharapkan bisa kerja bersama untuk membuka tiap kerasama investasi dan ekspor di Qatar.
Qatar yang tengah menghadapi blokade ekonomi dan politik dari koalisi Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir sebelumnya telah meminta pasokan sepuluh komoditas dari Indonesia.
Komoditas tersebut antara lain alat tulis kantor, kertas, furniture, makanan jadi, kaos dalam/garmen, mesin jahit, briket, ikan segar, ayam potong serta obat-obatan. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Qatar.
Selain itu, melalui forum ini, Kadin berharap dapat membukakan jalan bagi pengusaha nasional untuk berinvestasi atau melakukan ekspor ke berbagai sektor yang ditawarkan Qatar.
Beberapa sektor yang ditawarkan di antaranya bidang perhotelan, industri makanan dan minuman, perbankan, teknologi informasi, perminyakan dan gas, serta industri pelabuhan. Berbagai sektor investasi tersebut ditawarkan dengan 100% hak kepemilikan bagi investor asing.
Hamad Al Mulla, CEO Katara Hospitality menawarkan investasi di bidang perhotelan yang selama ini fokus di negara-negara Eropa dan beberapa negara Asia. Sekitar 45-65 hotel telah dibangun untuk ditawarkan sebagai investasi.
Sedang Mohamed Al Sada, CEO Hassad Food menawarkan kesempatan memanfaatkan investasi tanah, lahan untuk bertani, logistik yang difokuskan otoritas Qatar.
Berbeda dengan Indonesia yang masih memiliki permasalahan terkait kepemilikan asing, Qatar memberikan kebebasan bagi pembeli properti di Qatar dari seluruh negara berupa perumahan dan toko-toko. “Kami memiliki tanah dan apartemen kecil, fasilitas bisnis, edukasi dan sebagainya,” ujar Nabeel Mohammed Al Bouainain, CEO of Qatari Diar, Rabu (18/10).
Pemerintah Indonesia melihat ada peluang yang dapat dimanfaatkan pengusaha maupun pemerintah, terutama dalam sektor pelabuhan dan industri energi. Hendra Hartono, Presiden Indonesia-Qatar Business Council berharap kerjasama bisa segera terwujud.”Kami bisa manfaatkan kerjasama untuk menekan biaya ekspor dan tarif pelabuhan,”ujar Hendra.
Pemerintah Qatar juga menyatakan situasi mereka baik-baik saja kendati dikepung blokade ekonomi dari negara tetangga. Tercatat, terjadi peningkatan pengunjung hotel sebanyak 9 di Doha.”
Sumber: Harian Kontan
http://www.pemeriksaanpajak.com
Kategori:Berita Pajak
Tinggalkan komentar