Bukti Permulaan Menyasar Pebisnis Nakal

JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak membantah menakut-nakuti para pengusaha dengan melakukan pemeriksaan bukti permulaan (Bukper). Sebab, pemeriksaan pajak merupakan  kewenangan Ditjen Pajak untuk mencari pengemplang pajak.

Bahkan Ditjen Pajak memastikan sebelum ada pemeriksaan, sudah ada bukti yang mengarah akal-akalan pajak yang menguntungkan pribadi tertentu. Bantaha ini disampaikan oleh petinggi Ditjen Pajak dalam konferensi pers mendadak, Jumat (27/10).

Namun dalam acara ini Direktur Penegakan Hukum Pajak Dadang Suwarna malah absen. Padahal polemic ini terjadi di lingkup tugasnya. Tak heran, muncul kabar pengunduran diri hingga pemecatan Dadang.

Namun, Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi membantah hal itu. Ken juga menyatakan, Ditjen Pajak tidak sembarangan memeriksa Bukper. Sebelum Bukper, petugas pajak juga sudah menganalisa mendalam. Wajib Pajak juga dapat menyelesaikan bukti pemeriksaannya dengan membetulkan sendiri, mengakui kebenarannya dan melaporkannya kepada penyidik.

Ini sesuai Undang-Undang KUP pasal 8 ayat 3. Cara lainnya adalah dilanjutkan ke penyidikan jika ditemukan tindak pidana perpajakan. “Bukper tidak dibatalkan, tapi diselesaikan,” tegas Ken.

Ken bilang, law enforcement atau penegakan hukum pajak adalah hal biasa dan dilakukan setiap tahun. Sasarannya para penerbit faktur fiktif yang biasanya WP badan alias korporasi. “Bukper hanya dilakukan ke penerbit faktur fiktif,” katanya.

Law enforcement ini penting untuk menghentikan tindakan pencurian uang negara dengan menggunakan faktur fiktif. Meski demikian, ken tidak menampik bahwa hal ini juga salah satu strategi mengejar target penerimaan pajak yang hingga September 2017 baru tercapai Rp 770,7 triliun atau 60% dari target.

Bantahan Ken ini diungkapkan setelah sebelumnya Kadin melapor ke Presiden Joko Widodo atas ulah Ditjen Pajak yang membuat keresahan, terkait banyaknya Bukper yang menyasar pengusaha. Ketua Kadin Rosan Roeslani menyatakan, pengusaha resah karena selama ini walau sudah melaksanaakan kewajiban pajak secara benar, dan keuangan perusahaan sudah diaudit auditor terdaftar mereka masih dikejar dan diperiksa auditor pajak.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com



Kategori:Pemeriksaan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: