Kepatuhan masyarakat terhadap pajak meningkat

Kepatuhan masyarakat atas pajak meningkat. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap pajak naik dibandingkan tahun sebelumnya.

Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan, realisasi kepatuhan pajak sudah mencapai 94,65%. Tahun lalu, kepatuhan pajak yang tercapai hanya 89%. Ia melihat, meningkatnya kepatuhan ini terjadi setelah program amnesti pajak.

”Kepatuhan masyarakat 94,65% sekarang. Kepatuhan artinya, orang yang wajib punya NPWP sudah ber-NPWP, yang ber-NPWP sudah memasukkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), dan yang wajib memasukkan SPT membayar pajak dengan benar lengkap jelas,” kata Ken di kantornya, Jumat (27/10).

Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Yon Arsal menjelaskan, Ditjen Pajak hingga saat ini memiliki basis pajak sebanyak 36,03 juta wajib pajak. Sementara, WP yang wajib SPT jumlahnya 16,60 juta.

Nah, target rasio kepatuhannya sendiri adalah 75% dari 16,60 juta. Artinya, SPT yang harus masuk sebanyak 12,45 juta. “Realisasi SPT sampai September sebanyak 11,78 juta. Artinya pencapaian rasio kepatuhan adalah 70,98%, tetapi dibanding targetnya sudah tercapai 94,65% karena target kami bukan 100%,” jelasnya.

Yon melanjutkan, pencapaian ini jauh lebih baik dari tahun lalu yang hanya mencapai 63,15% dari targetnya sebesar 72,05%. “Artinya, jauh dibandingkan dengan target. Lebih baik dibanding tahun lalu. Ini peningkatan kepatuhan sebenarnya,” kata Yon.

Hingga September 2017, realisasi penerimaan pajak sendiri masih sebesar Rp 770,7 triliun atau 60% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 sebesar Rp 1.283,57 triliun.

Ditjen Pajak mencatat, terjadi penurunan pertumbuhan sebesar 2,79% secara year on year pada periode Januari hingga September tahun ini bila dibandingkan dengan penerimaan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 791,9 triliun.

Namun, bila melihat penerimaan tahun lalu di luar amnesti pajak, penerimaan pajak sampai September tahun ini pertumbuhannya cukup tinggi, yakni 12,6%. “Ini sangat bagus kalau kita bandingkan dengan pertumbuhan ekonomi alami yang sekitar 8%-9%,” ujar Yon.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, penerimaan pajak yang optimal adalah outcome dari sistem yang baik. Namun, selama ini belum ada skenario membangun sistem kepatuhan WP yang baik.

“Caranya, otoritas terpercaya dan kesadaran WP. Ditjen Pajak juga harus bisa klasifikasikan WP patuh dan tidak patuh,” kata Yustinus.

Sumber : kontan.co.id

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: