Pengusaha Pasrah Sri Mulyani Naikkan Tarif Cukai Rokok

Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) pasrah dengan peraturan yang diterbitkan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati tentang kenaikan tarif cukai sebesar 10,04 persen. Penyesuaian berlaku per 1 Januari 2018 dan tertuang dalam PMK Nomor 146/PMK.010/2017.

Ketua Perkumpulan GAPPRI, Ismanu Soemiran menilai kenaikan tarif cukai hasil tembakau atau rokok sebesar 10,04 persen sangat memberatkan. Lantaran di tengah persaingan ekonomi yang berat saat ini, industri kretek membutuhkan relaksasi dan perbaikan.

“Tapi kami siap menerima dan mengamankan PMK. Sebab kami memahami kesulitan pemerintah. Kami akan terus mendukung program kerja pemerintah,” kata Ismanu dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (29/10/2017).

Ikhwal penyederhanaan layer cukai rokok dari 12 layer menjadi 10 layer hingga 2021, Ismanu berharap agar pemerintah tetap memperhatikan ragam kemampuan industri dan jenis kretek yang memang berbeda.

“Ada kretek mesin, kretek tangan, klobot, ditambah klembak menyan, dan ada rokok putih. Jadi wajar harus multi-layer,” ujar dia.

Sumber : liputan6.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: