Bukan Hanya Go-Jek, Siapa pun Bisa Jadi Agen Pajak

Pajak

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan membuka pintu bagi siapa pun yang ingin menjadi agen pajak atau (Application Service Provider/ASP) untuk pelayanan elektronik pajak.

Go-Jek menjadi salah satu operator transportasi online yang sudah mengajukan diri ke Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati.

Agen pajak dapat disebut perpanjangan tangan Ditjen Pajak untuk e-service, antara lain registrasi nomor pokok wajib pajak (NPWP) secara elektronik, pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) secara elektronik atau e-filing pajak, dan pembuatan e-biling pajak.

“Kami buka siapa pun yang mau jadi agen pajak. Jadi, bukan cuma Go-Jek. Kalau sudah jadi ASP, maka e-service kami bisa digunakan di aplikasi ASP,” kata Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Ditjen Pajak, Iwan Djuniardi saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Minggu (12/11/2017).

Saat ini tercatat sudah ada empat ASP atau agen pajak sejak 2006, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, http://www.pajakku.com, http://www.online-pajak.com, dan www.spt.co.id. Adapun Go-Jek, jika lolos penilaian teknis dari Ditjen Pajak, maka akan menjadi agen pajak kelima.

Iwan mengaku, untuk menjadi agen pajak atau ASP tidak mudah. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Pertama, ia menuturkan, perusahaan mengajukan permohonan sebagai ASP. Kemudian, secara bersama Ditjen Pajak membicarakan mengenai hal-hal teknis terkait sistem atau aplikasi.

“Ada assessment atau penilaian dari kami, tidak otomatis jadi ASP. Kita bicara keamanan sistem, kemampuan, kesiapannya, sumber daya manusia. Jangan sampai malu-maluin, setelah jadi agen, sistem mereka error atau data bocor,” dia menjelaskan.

Hal-hal teknis seperti itu, Iwan mengakui harus diseleksi secara ketat. Jika lolos penilaian dari Ditjen Pajak, maka akan ada penunjukan kepada perusahaan tersebut bahwa telah resmi sebagai ASP dan dapat menggunakan e-service Ditjen Pajak.

“Jadi semuanya bisa jadi ASP apakah itu perbankan, Go-Jek, asosiasi, yang penting punya aplikasi sendiri. Aplikasi dan sistem ini harus bisa diintegrasikan dengan sistem lain, terutama Ditjen Pajak supaya memudahkan masyarakat,” kata dia.

Sumber : liputan6.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: