Kompor Gas Diganti Kompor Listrik, Akankah Subsidi Lebih Hemat?

Ilustrasi kompor induksi

Pengamat Energi dan peneliti Center for Energy and Food Security Studies (CEFSS) Ali Ahmudi menyoroti rencana pemerintah konversi kompor gas ke kompor listrik.

Ali menilai rencana memperkenalkan kompor listrik sebagai pengganti kompor gas punya efek positif dan negatif bagi PLN dan pemerintah. Sementara itu masyarakat, yang mana pun yang dipakai, tidak akan terlalu merasakan perbedaannya.

Efek positifnya, pengalihan subsidi ke kompor listrik bakal mengurangi beban pemerintah dalam subsidi pengadaan liquid petroleum gas(elpiji).

Menurut Ali, saat ini Indonesia hanya memiliki kemampuan memproduksi 1,7 juta metrik ton gas elpiji. Sedangkan konsumsi masyarakat seluruhnya mencapai 5 juta metrik ton. Sisanya, 3,3 juta metrik ton sisanya mesti diperoleh dengan impor. Sementara itu subsidi terus berjalan, dan tahun ini saja sudah mencapai Rp 20 triliun (untuk elpiji 3 Kg).

“Kompor induksi bisa jadi solusi (menghemat subsidi tersebut), karena subsidi listrik kan bisa lebih terkontrol dibanding subsidi gas atau bahan bakar minyak. Listrik pun sudah jelas cluster-nya, masyarakat dan industri beda,” terang Ali saat bincang dengan Kompas.com, Selasa (14/11/2017).

Namun di sisi lain, konversi kompor gas ke kompor induksi juga memiliki sisi negatif yang mesti diantisipasi. Beban yang ditanggung oleh PLN bisa jadi malah lebih berat, dibandingkan sebelumnya.

Beban tersebut disebabkan PLN mesti menyediakan pasokan listrik lebih besar untuk memenuhi permintaan masyarakat. Selain itu, beban subsidi yang ditanggung juga naik, yakni kompor induksi serta golongan listrik 450 VA dan 900 VA.

“Walau bisa kurangi sedikit konsumsi elpiji, lalu muncul persoalan kebutuhan energi primer (untuk memasok daya). Pertanyaannya, bisakah pemerintah menyubsidi PLN untuk kebutuhan energi primer itu? Kalau ada insentif, ya solusi tersebut bisa saja,” pungkas Ali.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PLN mengumumkan akan melakukan penyederhanaan golongan listrik. Di antaranya, golongan listrik 950 VA (non subsidi), 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA akan dihapus dan diganti dengan 4.400 VA.

Selain itu, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Kerja Sama, Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana melalui keterangan resminya mengatakan ada niat untuk mendorong penggunaan kompor induksi sebagai pengganti kompor gas elpiji.

Kompor induksi merupakan jenis kompor yang memanfaatkan reaksi magnet dari energi listrik untuk menghasilkan panas. Kompor tersebut menggunakan daya sekitar 350 hingga 500 watt.

Sumber : kompas.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: