Neraca Perdagangan Surplus, Cadangan Devisa Bisa Bayar Impor dan Utang 8 Bulan

Neraca pembayaran Indonesia (NPI) triwulan III 2017 surplus yang ditopang penurunan defisit transaksi berjalan dan peningkatan surplus transaksi modal dan finansial.

Surplus NPI triwulan III 2017 tercatat USD 5,4 miliar, meningkat signifikan dibandingkan dengan surplus triwulan II 2017 sebesar USD 0,7 miliar.

Dikutip Tribun dari siaran pers Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Selasa (14/11/2017), surplus NPI itu mendorong peningkatan posisi cadangan devisa dari USD 123,1 miliar di akhir triwulan II 2017 menjadi USD 129,4 miliar pada akhir triwulan III 2017.

Jumlah cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 8,6 bulan dan berada di atas standar kecukupan internasional.

Defisit transaksi berjalan tercatat sebesar USD 4,3 miliar (1,65% PDB), membaik dari defisit pada triwulan sebelumnya yang sebesar USD 4,8 miliar (1,91% PDB).

Kondisi ini seiring dengan kenaikan surplus neraca perdagangan barang dan penurunan defisit neraca pendapatan primer.

Defisit transaksi berjalan pada triwulan III 2017 tersebut juga lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan III 2016 yang sebesar USD5,1 miliar (2,09% PDB).

Kenaikan surplus neraca perdagangan barang didorong oleh meningkatnya ekspor, baik secara nilai maupun volume, di tengah impor yang juga meningkat seiring dengan kenaikan permintaan domestik.

Sementara itu, penurunan defisit neraca pendapatan primer terutama dipengaruhi pembayaran dividen yang lebih rendah sesuai pola musiman.

Perkembangan surplus NPI pada triwulan III 2017 secara keseluruhan menunjukkan terpeliharanya keseimbangan eksternal perekonomian sehingga turut menopang berlanjutnya stabilitas makroekonomi.

BI akan terus mewaspadai perkembangan global, khususnya risiko terkait kebijakan moneter dan fiskal di AS dan tekanan geopolitik di beberapa kawasan, yang dapat memengaruhi kinerja neraca pembayaran secara keseluruhan.

Bank Indonesia meyakini kinerja NPI akan semakin baik didukung bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, dan penguatan koordinasi kebijakan dengan pemerintah, khususnya dalam mendorong kelanjutan reformasi struktural.

Sumber : tribunnews.com

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

 



Kategori:Berita Ekonomi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: